VONIS.ID – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menempati peringkat kelima nasional dalam Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) 2026 dengan skor 4,515.
Capaian tersebut menunjukkan perkembangan sektor pariwisata Kaltim, terutama pada aspek lingkungan pendukung serta infrastruktur dan pelayanan pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan kepariwisataan.
“Alhamdulillah, Kaltim bisa masuk lima besar nasional dari penilaian IPKN Kementerian Pariwisata terhadap 38 provinsi. Tentu ini prestasi bersama dengan seluruh stakeholder kepariwisataan di Kaltim,” kata Faisal.
Berdasarkan hasil IPKN 2026, Kaltim berada di bawah Bali yang meraih skor 5,091, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 4,831, Jawa Timur sebesar 4,698, dan DKI Jakarta sebesar 4,654.
Faisal mengaku bangga atas posisi tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan pariwisata agar semakin kompetitif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lingkungan Pendukung Raih Peringkat Pertama
Salah satu capaian menonjol Kaltim terlihat pada dimensi lingkungan pendukung pariwisata.
Dalam penilaian IPKN 2026, Kaltim menempati peringkat pertama nasional dengan skor 5,350.
Sementara pada dimensi infrastruktur dan pelayanan, Kaltim berada di peringkat ketiga nasional dengan skor 4,760.
Menurut Faisal, hasil tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi pariwisata yang tersebar di berbagai wilayah Kaltim.
Potensi itu meliputi keindahan alam, kekayaan budaya lokal, serta keunikan flora dan fauna.
Selain itu, keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut membuka peluang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu dipadukan melalui pengelolaan destinasi dan penguatan layanan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Semua keunggulan ini harus dipadukan menjadi kekuatan pariwisata agar bisa memberikan dampak yang luas bagi perekonomian daerah,” tuturnya.
Perkuat Kolaborasi dan Inovasi
Faisal menegaskan, posisi lima besar nasional bukan menjadi alasan untuk berpuas diri.
Sebaliknya, capaian tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata.
Pemprov Kaltim berkomitmen memperkuat ekosistem pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi, dan kreativitas.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas destinasi, memperluas promosi potensi wisata, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi pariwisata.
“Pemprov Kaltim berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas ekosistem pariwisata melalui kolaborasi, inovasi, dan kreativitas, sehingga semakin dikenal, punya daya saing, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Faisal.
Penilaian IPKN 2026 mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 1 Tahun 2026.
Instrumen penilaian tersebut mencakup lima dimensi utama, 17 pilar, dan 99 indikator sebagai gambaran pembangunan kepariwisataan di tingkat provinsi.
Dengan capaian tersebut, Kaltim diharapkan dapat terus memperkuat pengelolaan destinasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif.
Upaya ini menjadi bagian penting untuk memastikan sektor pariwisata berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah. (*)

