Pasien Kerap Tunggu Kamar Berjam-jam, DPRD Samarinda Minta Rumah Sakit Beri Kepastian Pelayanan.

V
Tim Redaksi • 2 menit baca • 1,146 dibaca
Bagikan:

INTI BERITA

  • VONIS.ID - Kepastian pelayanan menjadi sorotan DPRD Samarinda setelah muncul informasi pasien harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan ruang perawatan.
  • Rumah sakit diminta tidak membiarkan pasien dan keluarga menunggu tanpa informasi mengenai ketersediaan kamar maupun langkah penanganan yang dilakukan.
  • Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar.

VONIS.ID – Kepastian pelayanan menjadi sorotan DPRD Samarinda setelah muncul informasi pasien harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan ruang perawatan.

Rumah sakit diminta tidak membiarkan pasien dan keluarga menunggu tanpa informasi mengenai ketersediaan kamar maupun langkah penanganan yang dilakukan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar.

Ia mengatakan rumah sakit perlu membangun komunikasi yang jelas sejak pasien membutuhkan ruang rawat.

Menurutnya, keluarga harus mengetahui kondisi yang dihadapi agar tidak menunggu tanpa kepastian.

“Sejak awal keluarga perlu mendapat informasi apakah kamar tersedia atau masih penuh. Jika harus menunggu, rumah sakit juga perlu menjelaskan perkiraan waktunya,” ujar Anhar, belum lama ini.

Pernyataan itu disampaikan setelah muncul informasi seorang pasien yang disebut menunggu sekitar delapan jam untuk memperoleh ruang perawatan sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Anhar meminta masyarakat tidak langsung menghubungkan durasi tunggu dengan penyebab meninggalnya pasien.

Politisi PDIP ini menilai informasi lengkap mengenai kondisi medis dan kronologi kejadian diperlukan sebelum menarik kesimpulan.

Meski demikian, Anhar menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit.

Evaluasi, kata dia, tidak hanya menyangkut ketersediaan tempat tidur, tetapi juga cara rumah sakit memberikan informasi kepada keluarga.

“Ketika ruang rawat belum tersedia, keluarga harus mengetahui apa yang sedang dilakukan rumah sakit. Informasi itu penting supaya mereka tidak merasa dibiarkan menunggu tanpa kejelasan,” tegasnya.

Ia menegaskan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas.

Rumah sakit juga perlu memastikan komunikasi berjalan baik, terutama ketika terjadi antrean pasien untuk mendapatkan ruang perawatan.

Anhar turut mengingatkan masyarakat menggunakan saluran pengaduan resmi apabila menemukan kendala dalam pelayanan rumah sakit.

Menurutnya, keberadaan kanal pengaduan membantu masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung kepada pihak terkait.

“Pasien dan keluarga harus tahu tempat menyampaikan keluhan ketika menghadapi kendala pelayanan. Rumah sakit juga harus memastikan jalur pengaduan tersebut mudah diakses,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Tim Redaksi • Editor: Tim Redaksi