Advertorial

Penggundulan Hutan Jadi Atensi, DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Keseimbangan Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan

VONIS.ID – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti penggundulan hutan atau deforestasi yang semakin meningkat di Bumi Mulawarman.

Penggundulan hutan tersebut diakibatkan pembangunan yang hanya berorientasi pada ekonomi tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono.

Ia pun mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltim untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat segera mengembalikan hutan Kaltim yang telah gundul seperti seperti semula.

“Saya mendorong Pak Gubernur dengan seluruh stakeholder untuk segera duduk bersama dengan pemerintah pusat, untuk mengembalikan deforestasi tinggi ini, bukaan hutan selama ini mengakibatkan dampak kerusakan lingkungan yang luar biasa ini segera teratasi,” ujarnya, beberapa waktu yang lalu.

Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Politisi Partai Golkar ini menyebut, bahwa hutan wajib dilestarikan karena itu merupakan paru-paru dunia dan aset untuk generasi ke depannya.

“Hutan di Kalimantan Timur wajib kita jaga, karena itu merupakan paru-paru dunia dan aset anak cucu kita. Pemerintah terlalu fokus pada nilai ekonomi. Kalau lingkungan rusak, masyarakat juga yang kena dampaknya,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan, yakni perlindungan sumber daya alam dan lingkungan untuk memastikan kesejahteraan manusia dan generasi mendatang. 

“Kalau hanya ambil hasil kekayaan alam tapi meninggalkan kerusakan, itu bukan pembangunan berkelanjutan,”  pungkasnya.

Sebagai informasi, Kaltim tercatat sebagai provinsi dengan tingkat deforestasi tertinggi di Indonesia tahun 2024.

Data Auriga Nusantara mencatat, seluas 261.575 hektare hutan hilang di Kaltim, naik 4.191 hektare dari tahun sebelumnya. (adv)

Show More
Back to top button