Bukan Lagi Fisik, Prabowo Ingatkan Ancaman Siber Dapat Ganggu Persatuan Bangsa.

V
Tim Redaksi • 2 menit baca • 1,225 dibaca
Bagikan:

INTI BERITA

  • VONIS.ID - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan TNI agar memperkuat kemampuan menghadapi ancaman siber yang semakin nyata.
  • Menurut Prabowo, serangan terhadap Indonesia kini tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga dapat menyasar ruang digital melalui serangan siber, disinformasi, dan berita…
  • Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam amanatnya pada peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

VONIS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan TNI agar memperkuat kemampuan menghadapi ancaman siber yang semakin nyata.

Menurut Prabowo, serangan terhadap Indonesia kini tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga dapat menyasar ruang digital melalui serangan siber, disinformasi, dan berita bohong yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam amanatnya pada peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan perkembangan teknologi membuat ancaman terhadap suatu negara semakin beragam.

Menurutnya, pihak-pihak tertentu dapat memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan informasi palsu dan menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.

“Sekarang ancaman tidak hanya fisik,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa serangan siber dan disinformasi dapat mengganggu stabilitas nasional.

Karena itu, TNI perlu memahami perkembangan teknologi dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi bentuk ancaman baru.

Prabowo juga mengingatkan bahwa upaya mengganggu kedaulatan Indonesia dapat datang dari berbagai sektor.

Ia mencontohkan gangguan terhadap perekonomian dan pencurian kekayaan negara.

Soroti Penyelundupan dan Narkotika

Selain ancaman siber, Prabowo menyoroti praktik penyelundupan yang masih berlangsung.

Ia menyebut penyelundupan ke luar negeri dapat menguras kekayaan Indonesia, sedangkan penyelundupan ke dalam negeri, terutama narkotika, dapat mengancam masyarakat.

Menurut Prabowo, negara harus memandang berbagai bentuk penyelundupan sebagai persoalan yang berkaitan dengan kedaulatan dan keamanan nasional.

Ia meminta TNI terus meningkatkan kemampuan melalui pendidikan dan latihan.

Prabowo menilai masa damai harus menjadi momentum bagi prajurit untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

Prabowo juga meminta TNI membangun kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif.

Ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis.

Selain itu, Prabowo meminta TNI mengedepankan prestasi dalam pembinaan karier prajurit.

Ia mengingatkan agar sistem di tubuh TNI tidak hanya mengandalkan senioritas maupun loyalitas yang bersifat sempit.

Prabowo juga mendorong TNI memperkuat kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.

Menurutnya, kemampuan TNI harus dapat mendukung percepatan program pemerintah sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Karena itu TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih,” pungkasnya. (*)

Penulis: Tim Redaksi • Editor: Tim Redaksi