Advertorial

Geram dengan Kinerja KSOP dan PT Pelindo, DPRD Kaltim Dorong Pengelolaan Alur Sungai Mahakam Dialihkan ke Daerah

VONIS.ID – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) geram dengan kinerja Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo.

Disampaikan anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, bahwa Jembatan Mahakam sudah puluhan kali ditabrak kapal.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan kelalaian sistematis dan terstruktur dari KSOP dan PT Pelindo.

“Jembatan kita selalu ditabrak. Alasannya kolong sempit, tapi jembatan yang lebar pun tetap ditabrak. Yang nabrak apa? Gunungan batu bara, kapal kayu, tongkang. Ini sistem yang kacau,” uja Ayub, sapaan akrab Muhammad Husni Fahruddin beberapa waktu yang lalu.

Ia mengatakan, persoalan Jembatan Mahakam ditabrak tak pernah selesai.

Ayub juga menyangkan sikap pusat yang seolah cuek dengan persoalan ini.

“Bukan dua kali. Dua puluh tiga kali Tapi enggak pernah selesai urusannya. Kita rapat terus, pusat juga cuek aja. Rakyat rugi, jembatan rusak, kita cuma bisa nonton,” tegas Ayub.

Terkait hal itu, Ayub mendorong agar pengelolaan alur Sungai Mahakam dialihkan sepenuhnya ke Pemprov Kaltim melalui Perusahaan Daerah agar mudah diawasi.

“Kalau dikelola daerah, setiap jembatan akan kita awasi. Sungai Mahakam denyut nadi Kaltim. Masa kita enggak bisa jaga, Ini soal kedaulatan dan keselamatan rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyampaikan bahwa proses pengambilalihan alur Sungai Mahakam sedang dipersiapkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selama ini pendapatan dari sungai tidak masuk PAD. Kita akan usahakan bersama DPRD dan Pemprov agar Kaltim punya kendali penuh. Ini perintah Pak Gubernur,” pungkasnya. (Adv)

Show More
Back to top button