Internasional

Ketegangan AS–Iran Memanas, Serbia dan Swedia Minta Warga Segera Tinggalkan Teheran

VONIS.ID – Dua negara Eropa, Serbia dan Swedia, secara resmi mendesak warga negara mereka untuk segera meninggalkan Iran.

Pemerintah kedua negara mengambil langkah ini setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran.

Langkah tersebut muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan mempertimbangkan tindakan militer jika perundingan dengan Iran tidak membuahkan hasil.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun dinilai semakin memburuk.

Serbia Keluarkan Imbauan Resmi

Kementerian Luar Negeri Serbia mengeluarkan pernyataan resmi di situs webnya pada Jumat malam waktu setempat.

Pemerintah Serbia meminta warganya menunda rencana perjalanan ke Iran dalam waktu dekat.

“Karena situasi keamanan yang memburuk, warga negara Republik Serbia tidak disarankan untuk melakukan perjalanan ke Iran,” tulis kementerian tersebut.

Pemerintah juga meminta seluruh warga Serbia yang saat ini berada di Iran agar segera meninggalkan negara itu sesegera mungkin.

Serbia menilai eskalasi retorika dan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan dapat memicu ketidakstabilan lebih lanjut.

Pemerintah ingin memastikan keselamatan warganya di tengah ketidakpastian situasi politik dan keamanan.

Swedia Sampaikan Seruan Keras

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menyampaikan peringatan melalui platform X.

Ia menyerukan agar seluruh warga Swedia yang berada di Iran segera meninggalkan wilayah tersebut.

Pemerintah Swedia menilai risiko keamanan meningkat setelah pernyataan keras dari Washington.

Otoritas Swedia terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan mitra internasional untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Ketegangan Meningkat di Timur Tengah

Sebelumnya, Iran menyatakan harapan untuk mencapai kesepakatan cepat dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya.

Teheran menyebut jalur diplomasi masih terbuka dan berharap negosiasi dapat meredakan ketegangan.

Namun, Presiden Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas jika pembicaraan gagal.

Ia juga memerintahkan peningkatan kekuatan angkatan laut AS di Timur Tengah sebagai bentuk tekanan terhadap Iran.

Laporan menyebutkan dua kapal induk AS telah bergerak ke kawasan tersebut.

Militer AS juga menyiagakan rudal serta jet tempur di sejumlah pangkalan udara di kawasan Arab dan Samudra Hindia.

Langkah-langkah ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik terbuka.

Sejumlah negara pun mulai mengambil langkah antisipatif dengan mengeluarkan peringatan perjalanan demi melindungi warganya dari kemungkinan dampak eskalasi militer. (*)

Show More
Back to top button