
VONIS.ID – Dua daratan baru menyerupai pulau kecil muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah gunung api tersebut mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menduga daratan itu terbentuk dari tumpukan material erupsi yang keluar melalui jalur rekahan di tubuh gunung.
Fenomena tersebut terdeteksi setelah erupsi yang berlangsung secara menerus selama kurang lebih 25 jam.
Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, Rita Susilawati, mengatakan pihaknya menemukan adanya penambahan daratan melalui evaluasi citra satelit Sentinel.
Menurut Rita, penambahan daratan pada tubuh utama Gunung Anak Krakatau mencapai 32,8 hektare.
Perluasan tersebut terjadi di sejumlah sektor, yakni barat laut, barat, hingga barat daya.
“Penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau terjadi di sektor barat laut, barat, hingga barat daya,” ujar Rita, Kamis (24/9).
PVMBG mengidentifikasi endapan material piroklastik dan aliran lava sebagai penyebab utama bertambahnya daratan tersebut.
Material hasil erupsi terus menumpuk sehingga memperluas tubuh gunung.
Dua Gumuk Pulau Terbentuk
Selain memperluas tubuh utama gunung, aktivitas erupsi juga memunculkan dua gumuk yang terlihat seperti pulau kecil.
Keduanya berada di sebelah barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
PVMBG menduga pembentukan dua daratan tersebut berkaitan erat dengan erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam.
Selama aktivitas tersebut, magma encer mencapai permukaan melalui jalur bukaan atau rekahan yang memanjang dari arah barat laut menuju tenggara.
Material vulkanik yang keluar melalui jalur tersebut kemudian menumpuk di lokasi berbeda.
Akumulasi material inilah yang diduga membentuk dua daratan baru di sekitar Anak Krakatau.
Namun, PVMBG masih menganggap temuan tersebut sebagai interpretasi awal.
Badan Geologi akan membandingkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan proses pembentukannya.
Masyarakat Diminta Menjaga Jarak
PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi perubahan bentuk daratan di sekitar Anak Krakatau.
Berdasarkan keterangan tersebut, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II atau Waspada.
Untuk mengurangi risiko, PVMBG meminta masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi.
PVMBG juga meminta masyarakat menjaga jarak minimal 1 kilometer dari dua gumuk pulau baru yang muncul di sekitar Anak Krakatau.
Imbauan tersebut bertujuan mengantisipasi potensi bahaya dari aktivitas vulkanik maupun kondisi material baru yang masih perlu diverifikasi.
Badan Geologi akan terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau dan melakukan evaluasi berdasarkan data pengamatan serta hasil pemeriksaan lapangan. (*)
