VONIS.ID – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di Samarinda mulai menjadi perhatian DPRD.
Harga beras, minyak goreng, dan bawang yang merangkak naik secara bertahap dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan kenaikan harga pangan yang berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Menurut Sani, kenaikan harga bahan pokok tidak boleh dianggap sepele karena kebutuhan tersebut merupakan bagian penting dari konsumsi harian masyarakat.
“Pemerintah harus segera mengambil langkah untuk menjaga harga tetap terjangkau,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
Politisi PKS ini mendorong Pemkot memperkuat operasi pasar secara rutin, terutama ketika terjadi gangguan pasokan maupun peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Selain itu, pemangkasan rantai distribusi juga dinilai penting untuk menekan biaya perdagangan.
Pemerintah diharapkan menyediakan akses penjualan langsung yang mempertemukan petani dengan konsumen sehingga harga lebih kompetitif.
“Distribusi harus dibenahi agar harga yang dibayar masyarakat tidak semakin tinggi akibat panjangnya rantai perdagangan,” katanya.
Sani juga turut meminta pemerintah mengoptimalkan cadangan pangan daerah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kelangkaan pasokan.
Pengawasan terhadap distribusi barang juga perlu diperketat untuk mencegah penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
Ia menegaskan, pengendalian harga membutuhkan koordinasi antara Dinas Perdagangan, Dinas Pangan, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum.
Usulan tersebut rencananya dibawa ke pembahasan Badan Anggaran dan Komisi II DPRD Samarinda agar dapat diprioritaskan dalam APBD Perubahan 2026.
“Harapannya, langkah pengendalian harga tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dilaksanakan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” pungkasnya. (Adv)

