
VONIS.ID – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meresmikan lima Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di sejumlah titik di Kecamatan Samarinda Utara sebagai langkah nyata memperluas pemerataan layanan air bersih.
Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya warga Brambai dan sekitarnya yang selama puluhan tahun belum menikmati layanan air bersih secara optimal.
Andi Harun menegaskan, pemerintah terus bergerak menyelesaikan persoalan air bersih secara bertahap.
Ia menyadari keterbatasan fiskal daerah membuat pembangunan tidak bisa diselesaikan sekaligus dalam satu atau dua tahun anggaran.
Karena itu, Pemkot Samarinda menyusun pembangunan infrastruktur air bersih secara berkelanjutan dan terencana.
“Hari ini kita meresmikan lima instalasi pengolahan air baru. Ini bagian dari komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara bertahap,” ujar Andi Harun saat peresmian.
Kapasitas Cukup untuk 3.000 Sambungan Rumah
IPA baru di Brambai memiliki kapasitas produksi 30 liter per detik.
Kapasitas tersebut mampu melayani sekitar 3.000 sambungan rumah tangga.
Saat ini, jumlah kebutuhan sambungan di wilayah tersebut belum mencapai angka maksimal, sehingga daya tampung instalasi masih mencukupi.
Andi Harun menjelaskan, pembangunan ini menjawab harapan warga yang selama bertahun-tahun mengandalkan sumber air alternatif.
Kini, masyarakat Brambai sudah bisa menikmati aliran air bersih langsung ke rumah mereka.
“Puluhan tahun warga di sini belum merasakan air bersih. Hari ini kita sudah bisa mengalirkannya,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintah menghitung kebutuhan secara matang sebelum membangun instalasi, sehingga kapasitas produksi sesuai dengan proyeksi pertumbuhan pelanggan.
Perluasan Jangkauan ke Batu Pesaun dan Bayur
Pemkot Samarinda juga merencanakan perluasan jaringan distribusi dari IPA Brambai ke wilayah Batu Pesaun dan Bayur pada tahun depan.
Pemerintah menilai kapasitas produksi saat ini lebih besar dibanding kebutuhan warga Brambai, sehingga memungkinkan perluasan layanan.
Namun, pemerintah membutuhkan dukungan anggaran untuk merealisasikan rencana tersebut.
Pemkot memperkirakan kebutuhan dana berkisar antara Rp5 miliar hingga Rp7 miliar untuk pemasangan jaringan pipa distribusi tambahan.
Andi Harun menyatakan, jika dukungan anggaran tersedia, perluasan jaringan tidak hanya menguntungkan warga Brambai, tetapi juga masyarakat di wilayah sekitarnya.
“Kita berharap tahun depan ada dukungan anggaran untuk pemasangan pipa. Kalau terealisasi, manfaatnya akan dirasakan lebih luas,” katanya.
Kurangi Beban Distribusi di Bengkuring
Selain memperkuat layanan di Samarinda Utara, Pemkot juga meningkatkan kapasitas distribusi di kawasan Bengkuring.
Sebelumnya, wilayah tersebut hanya memiliki kapasitas sekitar 50 liter per detik.
Kini, pemerintah mengoptimalkan instalasi yang ada sehingga kapasitas meningkat menjadi 100 liter per detik.
Meski demikian, Andi Harun mengakui kawasan Bengkuring masih menghadapi kepadatan pelanggan yang cukup tinggi.
Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan menambah kapasitas secara bertahap sesuai kebutuhan.
Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya merespons keluhan masyarakat, tetapi langsung bekerja menyelesaikan persoalan di lapangan sebelum menyampaikan hasilnya ke publik.
“Kita tidak bisa hanya melihat masalah tanpa bergerak. Setelah selesai dibangun, baru kita sampaikan dan resmikan,” pungkasnya.
Dengan tambahan lima IPA baru ini, Pemkot Samarinda optimistis distribusi air bersih semakin merata.
Pemerintah berharap infrastruktur yang terus berkembang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat pelayanan dasar di seluruh wilayah kota. (*)
