
VONIS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan naik meskipun harga minyak mentah dunia menembus level tertinggi sejak 2022 akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Pernyataan itu Bahlil sampaikan saat memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi.
Terutama menjelang periode puasa dan Hari Raya Idul Fitri yang biasanya mempercepat konsumsi energi masyarakat.
“Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi,” ujar Bahlil.
Gejolak Harga Minyak Dunia
Kenaikan harga minyak dunia di picu oleh eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ketegangan geopolitik ini membuat harga minyak jenis Brent dan WTI melonjak secara signifikan, bahkan sempat menembus US$118 per barel, level tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Para analis memandang bahwa gangguan pasokan energi global, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz, menjadi faktor utama pendorong lonjakan harga minyak.
Selain itu, laporan media internasional menyebut konflik tersebut ikut menimbulkan ketidakpastian pasokan minyak mentah akibat serangan terhadap infrastruktur minyak di wilayah Timur Tengah, termasuk fasilitas penyimpanan dan transportasi energi.
Ketidakstabilan ini berdampak langsung pada pasar komoditas global, menyebabkan harga minyak meningkat tajam.
Stok dan Pasokan BBM Aman
Menteri Bahlil juga memastikan bahwa pasokan BBM di dalam negeri tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga momentum Lebaran.
Ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang dapat mendesak stok di lapangan.
“Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” tegas Bahlil.
Pernyataan Bahlil ini sekaligus merespons kekhawatiran masyarakat atas potensi kenaikan harga BBM yang biasanya mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Pemerintah menilai bahwa dengan pengelolaan subsidi dan pasokan yang terencana, sektor energi domestik cukup kuat menghadapi fluktuasi harga global.
Pemerintah Siapkan Antisipasi Anggaran
Meskipun harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai Lebaran, pemerintah tetap memperhatikan kemungkinan risiko jangka panjang.
Menteri Keuangan sempat menyatakan bahwa jika gejolak harga minyak terus berlanjut hingga melebihi kapasitas anggaran subsidi, opsi penyesuaian harga tidak bisa dikesampingkan sepenuhnya.
Namun, keputusan tersebut akan diambil hanya jika benar‑benar diperlukan.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap menjaga kestabilan ekonomi domestik sekaligus memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi tanpa membebani masyarakat di tengah gejolak harga minyak dunia. (*)
