Buka Peringatan Hari Santri 2026, Saefuddin Zuhri Titip Tiga Pesan Penting.

V
Tim Redaksi • 3 menit baca • 1,243 dibaca
Bagikan:

INTI BERITA

  • VONIS.ID – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengajak para santri memperkuat akhlak, meningkatkan kualitas ilmu, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sebagai…
  • Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.
  • Sebaliknya, momentum tersebut harus mendorong para santri menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat.

VONIS.ID – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengajak para santri memperkuat akhlak, meningkatkan kualitas ilmu, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sebagai bekal membangun masa depan bangsa.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial.

Sebaliknya, momentum tersebut harus mendorong para santri menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Saefuddin menyampaikan pesan itu saat membuka rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Madrasah Darussalam International Boarding School (MDIBS), Jalan H.A.M. Rifaddin, Loa Janan Ilir, Selasa (20/10/2026) siang.

Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda bersama MDIBS menginisiasi kegiatan bertema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas tersebut.

Akhlak Menjadi Ukuran Keberhasilan Pendidikan

Dalam arahannya, Saefuddin mengingatkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan ijazah dan penghargaan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan juga terlihat dari perilaku, penghormatan kepada orang tua dan guru, kemampuan menjaga lisan, menepati janji, serta kesungguhan menjalankan tanggung jawab.

“Peringatan Hari Santri harus menjadi ruang perenungan tentang sejauh mana ilmu membentuk akhlak, sebesar apa pendidikan melahirkan kepedulian, serta senyata apa kehadiran santri memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.

Ia juga meminta para santri mengambil peran aktif dalam pembangunan. Saefuddin menilai generasi muda tidak boleh sekadar menjadi penonton, tetapi harus ikut memikirkan, membangun, dan menjaga masa depan Indonesia.

Bangsa ini membutuhkan generasi yang mampu mengubah gagasan menjadi tindakan nyata melalui kerja keras, ketekunan, dan semangat pengabdian.

Tiga Pesan untuk Generasi Santri

Saefuddin menyampaikan tiga pesan utama kepada para santri. Pertama, menjadikan ibadah dan akhlak sebagai fondasi kehidupan.

Ia meminta para santri menerapkan nilai tersebut ketika berbicara, menghadapi perbedaan pendapat, meraih keberhasilan, maupun menerima kegagalan.

Kedua, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dan berani memasang cita-cita tinggi.

Ia mendorong para santri mengembangkan potensi diri tanpa meninggalkan kejujuran, kesederhanaan, ketekunan, penghormatan terhadap ilmu, dan semangat berbagi manfaat.

Ketiga, memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Saefuddin berharap para santri menggunakan teknologi untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, menguasai bahasa, menghasilkan karya, serta menyebarkan informasi dan pengetahuan yang mendidik melalui media sosial.

Dorong Pendidikan Islam Berwawasan Global

Pada kesempatan itu, Saefuddin mengapresiasi Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda dan MDIBS yang terus mengembangkan pendidikan Islam berwawasan global.

Ia berharap MDIBS terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaan.

Ia juga mengajak para santri menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup serta menjaga adab terhadap orang tua, guru, ustaz, dan sesama.

“Tunjukkan bahwa santri adalah generasi yang cerdas, santun, bertoleransi, dan siap berkontribusi nyata bagi Kota Samarinda serta Indonesia,” pesannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Camat Loa Janan Ilir Muhammad Dahlan, anggota Tim Wali Kota untuk Percepatan Pembangunan (TWAP)  Amir Husin dan  Abdul Jami, Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam  Arnani, Direktur Eksekutif MDIBS  Farid Wadjdy, Nanang Sulaiman, jajaran pimpinan madrasah, serta para santri dan tamu undangan. (*)

Penulis: Tim Redaksi • Editor: Tim Redaksi