
VONIS.ID – Ketegangan antara Iran dan blok Amerika Serikat–Israel menunjukkan tanda-tanda membuka jalur diplomasi.
Teheran mengisyaratkan penggunaan Pakistan dan Turki sebagai mediator untuk menyampaikan pesan kepada Washington.
Pakistan dilaporkan telah meneruskan proposal dari Amerika Serikat kepada Iran.
Sementara itu, Turki juga aktif mengirimkan pesan antara kedua pihak guna menjaga komunikasi tetap berjalan di tengah meningkatnya ketegangan.
Langkah ini menandakan Iran mulai mempertimbangkan jalur diplomasi, meskipun tetap menolak bernegosiasi langsung dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.
Diplomasi Tak Langsung Mulai Menguat
Penggunaan mediator menunjukkan strategi diplomasi tidak langsung yang kerap digunakan dalam konflik sensitif.
Iran berusaha menjaga posisi politiknya sambil tetap membuka ruang komunikasi dengan pihak lawan.
Pakistan dan Turki dinilai memiliki kedekatan geopolitik dan hubungan diplomatik yang memungkinkan mereka menjalankan peran tersebut.
Pengamat menilai langkah ini dapat menjadi pintu awal menuju de-eskalasi konflik.
Namun, prosesnya diperkirakan berlangsung panjang karena masing-masing pihak masih berhitung secara politik dan militer.
DPR: Fokus pada Perdamaian, Bukan Mediator
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa yang terpenting bukan siapa yang menjadi mediator, melainkan hasil dari proses tersebut.
Ia meminta semua pihak memprioritaskan upaya menghentikan potensi eskalasi konflik dan melindungi warga sipil.
“Yang paling utama adalah bagaimana mencegah konflik meluas dan membuka jalan menuju perdamaian berkelanjutan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan pendekatan diplomasi yang konstruktif.
Indonesia Siap Berperan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi mediator dalam konflik tersebut.
Ia bahkan menyatakan bersedia melakukan kunjungan langsung ke Teheran apabila kedua pihak menyetujui peran Indonesia.
Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas global.
Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat, Israel, maupun Iran terkait tawaran tersebut.
Meski peluang Indonesia menjadi mediator utama masih terbuka terbatas, peran sebagai pendukung diplomasi tetap dinilai strategis.
Indonesia diharapkan dapat terus mendorong dialog damai dan menjadi bagian dari solusi di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda. (*)

