Nasional

Deforestasi Indonesia 2025 Hampir Dua Kali Lipat, Pemerintah dan LSM Berbeda Data

VONIS.ID – Riset terbaru dari Auriga Nusantara mencatat Indonesia kehilangan 433.751 hektare hutan sepanjang 2025, hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Lembaga ini menyatakan lonjakan deforestasi terjadi akibat kebijakan pemerintah, termasuk izin konsesi tambang, perkebunan sawit, kayu, dan program strategis nasional seperti lumbung pangan atau food estate.

Ketua Auriga Nusantara, Timer Manurung menegaskan, deforestasi terjadi secara terencana.

Program-program pemerintah secara langsung mendorong pengurangan hutan.

Timer menilai kebijakan ini menunjukkan ketidakpedulian pemerintahan Prabowo terhadap lingkungan.

Ia juga memperingatkan bahwa tren ini bisa membuat Indonesia menjadi “juara deforestasi tropis dunia 2025”, melampaui Brasil yang justru menurunkan deforestasinya.

“Deforestasi terjadi secara terencana, lewat program-program pemerintah. Itu mengambarkan ketidakpedulian pemerintahan Prabowo pada lingkungan,” kata Timer, Selasa (31/3/2026).

Data Pemerintah dan Perbedaan Metodologi

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan menyatakan deforestasi menurun dari 216.216 hektare pada 2024menjadi  166.450 hektare hingga September 2025.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Ristianto Pribadi, menjelaskan perbedaan angka terjadi karena variasi definisi dan metodologi penghitungan.

“Secara substansi, keduanya menunjukkan tekanan terhadap hutan yang perlu kita tangani secara serius dan terukur,” ujar Ristianto.

Namun Auriga Nusantara mencatat kerusakan hutan meningkat tajam sejak awal tahun.

Januari hanya 2.719 hektare, naik drastis hingga 75.181 hektare pada Mei, lalu stabil di kisaran 33.000–54.000 hektare per bulan sebelum menurun di akhir tahun.

Rata-rata deforestasi bulanan mencapai 36.188 hektare.

Tim Auriga memverifikasi data satelit Sentinel 2 dengan akurasi 89 persen dan melakukan peninjauan lapangan di 28 kabupaten di 16 provinsi.

“Kami melihat langsung 49.000 hektare hutan hilang, lebih dari 10% deforestasi di era Prabowo,” kata Timer.

Dampak Global dan Wilayah Terparah

Secara global, Indonesia termasuk 5 besar negara dengan kehilangan tutupan hutan terbesar dalam 20 tahun terakhir, menurut World Resources Institute.

Sekitar 32 juta hektare hutan hilang akibat ekspansi perkebunan kayu dan kelapa sawit.

Provinsi dengan deforestasi tertinggi 2025 adalah Kalimantan Tengah, disusul Kalimantan Timur dan Aceh, yang mencatat kenaikan signifikan.

Timer menyebut ketiga provinsi ini masuk dalam “top ten provinsi deforestasi terparah”.

Deforestasi tertinggi selama 2025 

  1. Kalimantan Tengah (56.900 hektar)
  2. Kalimantan Timur (47.135 hektar)
  3. Aceh (38.157 hektar)
  4. Kalimantan Barat (31.876 hektar)
  5. Papua Tengah (26.978 hektar)
  6. Sumatera Barat (26.940 hektar)
  7. Sumatera Utara (20.512 hektar)
  8. Kalimantan Utara (19.716 hektar)
  9. Riau (17.812 hektar)
  10. Papua Pegunungan (16.468 hektar).  (*)
Show More
Back to top button