Kriminal

Dugaan Kasus Pelecehan Oknum Guru SMK di Samarinda Terungkap, TRC PPA Kaltim Terima Dua Laporan Korban

VONIS.ID – Dugaan kasus pelecehan yang melibatkan oknum guru di salah satu SMK di Samarinda menjadi perhatian serius masyarakat dan viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Kasus ini kini ditangani secara resmi oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Kalimantan Timur (TRC PPA Kaltim) setelah menerima laporan dari korban.

Dua Korban Laporkan Kasus

Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, menjelaskan pihaknya menerima laporan dari dua orang yang mengaku menjadi korban.

Kedua korban diketahui merupakan alumni dari sekolah yang sama.

“Malam ini kami menerima aduan dari korban yang diduga mengalami tindakan tidak pantas dari seorang guru SMK di Samarinda. Laporan resmi baru kami terima hari ini, meski kasus ini sudah viral beberapa hari,” ujar Sudirman, Jumat (13/02/2026) di Cafe Kana Jalan Muso Salim Samarinda.

Sudirman menegaskan bahwa laporan korban menunjukkan fakta nyata bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi, meski ada pihak yang meragukan.

“Dua korban yang datang kepada kami rata-rata mengalami kejadian saat berusia 15 hingga 16 tahun,” tegasnya.

Modus Pelaku Diduga Manipulatif

Menurut keterangan korban, pelaku menggunakan modus mendekati korban secara personal, menyerupai figur ayah yang memberikan perhatian dan kasih sayang.

Kondisi psikologis korban yang minim figur ayah diduga dimanfaatkan untuk melancarkan aksinya.

Selain itu, terduga pelaku disebut menjodohkan korban dengan anaknya.

Namun, saat pertemuan berlangsung, korban justru hanya berdua dengan pelaku di lokasi yang telah ditentukan.

Korban bahkan diarahkan untuk kabur dari rumah dan berada di bawah tekanan serta bujuk rayu pelaku.

Sudirman menambahkan, dari dua laporan yang diterima, satu korban disebut sedang hamil dan korban lain meninggalkan rumah.

TRC PPA Kaltim membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Sekolah dan Dinas Pendidikan Responsif

Pihak sekolah melalui kepala SMK terkait menyatakan masih menelusuri kebenaran informasi yang beredar.

“Kami belum bisa memastikan kebenaran berita viral ini karena masih dalam tahap pencarian fakta. Kami tidak mungkin hanya mengandalkan cerita tanpa bukti,” ujarnya kepada awak media.

Sekolah telah menggelar konferensi internal dan melaporkan persoalan ini ke Dinas Pendidikan Kalimantan Timur.

Proses klarifikasi di tingkat dinas masih berjalan, dan sekolah berkomitmen untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika diperlukan.

TRC PPA Kaltim Tegaskan Komitmen

TRC PPA Kaltim menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

Mereka mendorong aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh mengingat dugaan peristiwa terjadi saat korban masih anak di bawah umur.

Sudirman menambahkan masyarakat yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi terkait kasus ini diminta berani melapor melalui jalur resmi.

“Dengan laporan resmi, penanganan perkara bisa dilakukan secara komprehensif dan adil,” katanya.

Kasus ini menjadi sorotan publik di Samarinda.

Masyarakat dan berbagai pihak berharap proses penanganan berjalan transparan dan objektif.

Perlindungan terhadap korban, terutama anak di bawah umur, menjadi prioritas utama.

Publik kini menunggu langkah aparat hukum dan sekolah dalam memastikan kebenaran kasus ini serta menegakkan keadilan bagi para korban. (*)

Show More
Back to top button