
VONIS.ID – Kecelakaan kerja kapal kembali terjadi di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kali ini, insiden tragis menimpa seorang anak buah kapal (ABK) KM Madani Nusantara yang meninggal dunia saat proses pemuatan alat berat, Rabu malam (28/1/2026).
Korban berinisial DN (21), pria asal Ponorogo, Jawa Timur.
DN tewas setelah terjepit alat berat jenis ekskavator yang sedang dimuat ke atas kapal.
Peristiwa ini terjadi ketika kapal masih sandar di pelabuhan dan belum melakukan pelayaran.
Korban Terjepit di Sisi Dinding Kapal
Kelasi Satu KM Madani Nusantara, Masyukur menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan kerja.
Insiden berlangsung saat proses pemuatan kendaraan, tepatnya ketika ekskavator diarahkan masuk ke dalam kapal.
“Korban sedang mengatur tali untuk mengganjal alat berat agar tidak merusak lantai kapal. Saat itu, Mualim Satu juga sedang memberikan arahan,” ujar Masyukur usai kejadian.
Menurutnya, posisi korban berada di sisi samping ekskavator dan berdekatan dengan dinding kapal.
Saat alat berat berbelok mengikuti jalur pemuatan, ruang gerak korban menjadi sangat sempit hingga akhirnya terjepit.
“Korban bukan terlindas seperti isu yang beredar, tetapi terjepit antara ekskavator dan dinding kapal,” tegasnya.
Benturan Mengenai Bagian Vital
Meski kejadian terjepit berlangsung singkat, benturan alat berat mengenai bagian vital tubuh korban.
“Kemungkinan mengenai bagian kepala. Alat berat meski hanya menekan sebentar, dampaknya sangat fatal jika mengenai organ vital,” jelas Masyukur.
DN telah bekerja sebagai ABK di KM Madani Nusantara selama kurang lebih 10 bulan.
Proses evakuasi korban berlangsung sekitar 20 menit setelah insiden terjadi.
Korban kemudian segera mendapatkan penanganan, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka serius di bagian kepala.
Saat kejadian, KM Madani Nusantara jadwalnya berlayar dari Pelabuhan Semayang Balikpapan menuju Parepare, Sulawesi Selatan.
Kapal rencananya mengangkut dua unit ekskavator dan sejumlah kendaraan lainnya.
“Sesuai jadwal, kapal seharusnya keluar pelabuhan paling lambat pukul 00.00 Wita. Namun saat kejadian, proses pemuatan baru mulai,” ungkap Masyukur.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja di kawasan pelabuhan Balikpapan, terlebih terjadi tak lama setelah insiden miringnya KM Dharma Kartika IX yang menewaskan tiga orang.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan keras akan pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja secara ketat, khususnya dalam proses pemuatan alat berat di atas kapal, guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang. (redaksi)
