
VONIS.ID – Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, mendorong pemerintah untuk mengefektifkan dan mengefisienkan sejumlah program dalam menghadapi ketidakpastian global akibat konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran.
“Bukan hanya pemotongan gaji yang penting, tetapi juga memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat dan menghasilkan output serta outcome yang jelas,” ujar Rifqi, Selasa (25/3).
Rifqi menilai rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memotong gaji menteri, wakil menteri, dan anggota DPR merupakan langkah positif.
Menurutnya, kebijakan ini menjadi sinyal bagi masyarakat agar mulai bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi.
“Ini menunjukkan bahwa pemerintah juga ikut berkorban. Masyarakat bisa mencontoh langkah penghematan ini,” tambah Rifqi.
Efisiensi Anggaran Harus Tepat Sasaran
Politikus Partai NasDem ini menegaskan, efisiensi anggaran harus menyasar pos-pos yang tepat.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas agar pengelolaan anggaran tidak mengganggu pelayanan publik.
“Yang terpenting adalah semua anggaran dikelola dengan baik, transparan, dan accountable. Efisiensi harus benar-benar fokus pada pos yang tepat, bukan asal memangkas,” kata Rifqi.
Ia juga menekankan bahwa pemotongan gaji tidak harus melalui revisi undang-undang, melainkan bisa dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Menteri Keuangan.
Selain efisiensi anggaran, Presiden Prabowo mendorong penghematan BBM.
Rifqi menyebut pemerintah bisa memulai langkah ini dengan membatasi penggunaan kendaraan dinas plat merah, mendorong transportasi publik, dan mempertimbangkan opsi bekerja dari rumah seperti yang dilakukan Pakistan.
Mensesneg Prasetyo Hadi menambahkan, cadangan BBM nasional Indonesia relatif aman, tetapi momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk melakukan penghematan di seluruh lini pemerintah, kementerian, dan lembaga.
Menyiapkan Indonesia Hadapi Krisis
Rifqinizamy menegaskan, langkah-langkah efisiensi dan penghematan ini penting agar Indonesia lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Ia menilai fokus pada efisiensi anggaran, pemotongan gaji, dan penghematan energi akan memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan stabilitas negara.
“Jika dilakukan dengan serius, seluruh kebijakan ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi rakyat dan negara,” pungkas Rifqi.(*)
