
VONIS.ID – Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang menyiapkan personel untuk dikirim ke Gaza, Palestina, dalam misi perdamaian internasional.
Persiapan ini dilakukan sambil menunggu keputusan resmi Presiden dan koordinasi lanjutan di tingkat Mabes TNI.
Jumlah Personel Masih Menunggu Keputusan
Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, menyatakan jumlah personel yang akan dikirim masih ditentukan.
“Nanti, kemungkinan minggu terakhir Februari ini, akan diputuskan berapa jumlah TNI yang akan berkontribusi,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menambahkan bahwa angka perkiraan yang sedang dibahas berkisar antara satu brigade, atau sekitar 5.000 hingga 8.000 personel.
Namun, Maruli menekankan bahwa jumlah tersebut masih bersifat perkiraan dan belum ada keputusan final.
“Semua masih bernegosiasi. Belum ada kepastian angka sampai sekarang,” katanya.
Personel Berpengalaman dari Misi Perdamaian Sebelumnya
Tandyo menekankan bahwa TNI akan menurunkan personel yang memiliki pengalaman misi perdamaian, termasuk pengalaman di UNIFIL Lebanon.
Personel yang direkrut akan memiliki kemampuan medan dan keterampilan komunikasi dengan masyarakat lokal, meskipun wilayah sebelumnya berada di Lebanon.
“Kita sudah punya pengalaman. Ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim, inilah yang akan kita rekrut,” kata Tandyo.
Koordinasi dan Persiapan di Tingkat Mabes TNI
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menyatakan bahwa TNI telah menyiapkan pasukan yang siap diberangkatkan.
“Mabes TNI dan Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya tinggal menunggu perintah,” ujar Donny.
Maruli menambahkan bahwa persiapan personel dilakukan menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan dan karakter pasukan yang akan diterjunkan.
“Mabes TNI nanti menentukan pasukan seperti apa yang diperlukan. Kami tinggal menyiapkan sesuai karakter tersebut,” jelasnya.
Tantangan dan Strategi Misi Perdamaian
Persiapan ini mencerminkan strategi TNI untuk menurunkan pasukan yang siap menghadapi situasi kompleks di Gaza.
Selain kemampuan tempur, TNI menekankan keterampilan komunikasi dan interaksi dengan masyarakat lokal sebagai faktor penting untuk keberhasilan misi perdamaian.
Keputusan akhir jumlah personel dan jadwal keberangkatan diperkirakan akan diumumkan pada akhir Februari 2026, setelah Presiden memberikan persetujuan resmi dan koordinasi dengan pihak terkait selesai dilakukan. (*)
