Internasional

Momen Langka di Antariksa, Kru Artemis II Saksikan Meteorit Tabrak Bulan

VONIS.ID – Program Artemis II milik NASA kembali menarik perhatian publik setelah para astronaut melaporkan pengamatan kilatan cahaya di permukaan Bulan.

Fenomena tersebut diduga berasal dari benturan meteorit yang terjadi dalam waktu sangat singkat.

Astronaut Reid Wiseman mengungkapkan bahwa ia dan rekannya melihat kilatan cahaya yang muncul tiba-tiba saat kapsul melintas di sekitar Bulan.

Ia menyebut kilatan itu sangat jelas meskipun hanya berlangsung sepersekian detik.

Sementara itu, Jeremy Hansen juga mengonfirmasi bahwa ia melihat fenomena serupa beberapa saat kemudian.

Ia menilai kejadian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas meteorit di sekitar Bulan kemungkinan lebih sering terjadi daripada yang terpantau selama ini.

Tim ilmuwan menjelaskan bahwa Bulan tidak memiliki atmosfer tebal seperti Bumi, sehingga meteoroid dapat langsung menghantam permukaannya tanpa terbakar habis.

Benturan tersebut menghasilkan kilatan cahaya singkat yang dikenal sebagai lunar impact flash.

Fenomena yang Sulit Ditangkap

Pemimpin tim sains misi, Kelsey Young, mengaku terkejut dengan laporan pengamatan tersebut.

Ia menyebutkan bahwa meskipun fenomena ini sudah lama diprediksi, sangat jarang astronaut dapat melihatnya secara langsung.

Young menambahkan bahwa kamera yang digunakan dalam misi belum tentu mampu menangkap momen tersebut karena durasinya yang sangat singkat.

Oleh karena itu, pengamatan langsung oleh kru menjadi data yang sangat berharga bagi penelitian.

Menurut catatan awal, tim mencatat beberapa indikasi benturan meteorit selama fase pengamatan tertentu, termasuk saat kondisi pencahayaan Bulan berubah drastis.

Data Akan Dicocokkan dengan Satelit

Para peneliti kini berupaya mencocokkan laporan kru dengan data dari satelit yang mengorbit Bulan.

Langkah ini bertujuan memastikan lokasi dan waktu benturan secara lebih akurat.

Selain itu, tim juga menganalisis kemungkinan hubungan antara kemunculan kilatan dengan fenomena astronomi lain, seperti posisi Bulan terhadap Matahari.

Misi Artemis II sendiri dirancang sebagai penerbangan berawak pertama yang mengelilingi Bulan sejak era Apollo.

Misi ini menjadi langkah penting sebelum pendaratan manusia kembali ke permukaan Bulan pada misi berikutnya.

Meski menghadapi tantangan, termasuk gangguan komunikasi saat kapsul berada di sisi jauh Bulan, kru tetap berhasil menjalankan pengamatan penting.

Pengamatan kilatan meteorit ini membuka peluang baru bagi ilmuwan untuk memahami dinamika permukaan Bulan secara lebih mendalam serta meningkatkan kesiapan misi eksplorasi di masa depan. (*)

Show More
Back to top button