Jumat, 17 Mei 2024

Update Terkini

Momok Banjir Masih Menghantui, DPRD Samarinda Harapkan Perawatan Drainase Dilakukan Secara Rutin

Senin, 29 November 2021 20:8

WAWANCARA - Sekertaris Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie harapkan adanya perawatan drainase secara serius untuk menanggulangi permasalahan banjir di Samarinda/vonis.id

VONIS.ID, SAMARINDA - Momok banjir di Kota Tepian seperti tak ada habisnya.

Pembenahan secara menyeluruh di titik rawan banjir patut dilakukan secara serius.

Semisal kawasan simpang empat Jalan Juanda yang menghubungkan Jalan Kadrie Oning, AW Sjahranie dan Letjend Suprapto yang hingga kini masih terus tergenang banjir.

Menganggapi permasalahan tersebut, Sekertaris Komisi III DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie menduga jika permasalahan disebabkan kondisi drainase.

Untuk mengatasi permasalahan itu, Novan menyebut harus adanya penanganan jangka pendek secara rutin di drainase bermasalah.

"Itu harus dilakukan pemeliharaan baik secara rutin atau berkala," ujarnya belum lama ini.


Pemeliharaan drainase secara rutin, lanjut Novan, merupakan hal utama yang tak lagi bisa ditawar untuk menanggulangi permasalahan banjir.

Oleh karena itu, pemerintah setempat melalui Instansi terkait sudah sepantasnya memastikan pemeliharaan drainase agar mampu berfungsi secara normal dan ideal.

"Jalanan juga jadi sering rusak karena air tergenang. Maka itu harus segera direvitalisasi," tegasnya.

Diketahui bahwa saat ini Pemerintah Kota Samarinda tengah gencar melakukan perbaikan maupun pelebaran drainase di sejumlah titik rawan banjir, seperti di Jalan Dr. Sutomo, Jalan Abdul Wahab Syahrani dan di depan rumah jabatan wali kota hingga simpang empat Mal Lembuswana.

Kendati memberi apresiasinya, namun Politisi Golkar Samarinda ini juga mengimbau agar Pemkot Samarinda memerhatikan perawatan pasca proyek selesai dikerjakan .

"Anggaran pemeliharaan ini kan sebelumnya dilakukan secara kolektif. Nah, kalau ini kan harus ada pekerjaan berat, berarti ini harus dilakukan kegiatan khusus," imbuhnya.

Terkait masalah anggaran dirinya mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang mengetahui teknis bisa mengusulkan dan kemudian dianggarkan di APBD perubahan 2022.

"Nanti kami usulkan di perubahan 2022," pungkasnya. (advertorial)

Baca berita kami lainnya di
Tag berita:
Beritakriminal