VONIS.ID - Masyarakat Samarinda resah setelah kendaraan mereka mengalami masalah usai mengisi Pertamax di sejumlah SPBU. Keluhan ini mendapat per...
VONIS.ID - Masyarakat Samarinda resah setelah kendaraan mereka mengalami masalah usai mengisi Pertamax di sejumlah SPBU.
Keluhan ini mendapat perharian publik, dengan banyak pengendara mengeluhkan mesin kendaraan yang brebet hingga mati mendadak. Dugaan pun mengarah pada kemungkinan oplosan bahan bakar.
Menanggapi keresahan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bertindak cepat dengan menginstruksikan penyelidikan terhadap dugaan ini. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dalam menghadapi persoalan ini.
"Saya sudah meminta Kabag Ekonomi untuk turun langsung mengecek kebenarannya. Jika terbukti ada kecurangan, maka sanksi tegas akan diberikan. Sanksinya bisa berupa teguran tertulis hingga pencabutan izin operasional SPBU oleh Pertamina," kata Marnabas.
Untuk memastikan penyelidikan berjalan efektif, Pemkot Samarinda akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU yang diduga bermasalah.
Marnabas menekankan bahwa pemeriksaan ini akan dilakukan secara diam-diam agar tidak ada upaya pengelola SPBU untuk mengelabui tim pemeriksa.
"Kami tidak akan memberi tahu kapan pengecekan dilakukan. Ini untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar sesuai dengan laporan warga," ujarnya.
Di tengah kekhawatiran warga, Pemkot juga memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap aman, terutama menjelang dan sesudah Lebaran.
“Stok kita cukup untuk lima hari tanpa pengiriman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan,” tambahnya.
Dengan langkah sigap ini, diharapkan keresahan masyarakat segera teratasi dan kualitas BBM yang beredar di Samarinda tetap terjaga demi keamanan dan kenyamanan pengguna kendaraan.
(Redaksi)