
VONIS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Amerika Serikat dan Israel berada dalam posisi kuat dalam perang melawan Iran.
Trump menegaskan operasi militer terhadap Teheran berjalan efektif dan terus melemahkan kepemimpinan serta kemampuan militer negara tersebut.
Berbicara di Gedung Putih di hadapan sejumlah petinggi teknologi, Trump mengatakan pasukan Amerika Serikat dan Israel berhasil mendominasi situasi di medan perang. Ia bahkan menggambarkan posisi kedua negara berada jauh di atas ekspektasi.
“Secara singkat, kita baik-baik saja di medan perang. Jika di tanya pada skala 10, saya akan menilainya sekitar 15,” kata Trump, Kamis (5/3).
Kepemimpinan Iran Melemah
Trump juga menyebut struktur kepemimpinan Iran mengalami pukulan besar setelah serangkaian serangan militer.
Ia menilai banyak tokoh penting Iran kehilangan posisi bahkan tewas akibat operasi yang di lakukan oleh AS dan Israel.
Menurut Trump, setiap figur yang berpotensi menggantikan pemimpin tertinggi Iran menghadapi ancaman besar di tengah konflik yang masih berlangsung.
Serangan tersebut sebelumnya menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Kematian tokoh yang memimpin Iran selama puluhan tahun itu memperdalam krisis politik di negara tersebut sekaligus meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Trump juga mengklaim bahwa pasukan sekutu saat ini terus menghancurkan persenjataan strategis milik Iran, termasuk sistem rudal balistik yang selama ini menjadi kekuatan utama militer Teheran.
“Kepemimpinan mereka menghilang dengan cepat. Persenjataan mereka juga sedang dimusnahkan dengan sangat cepat,” ujarnya.
Alasan Serangan ke Iran
Trump kembali menegaskan alasan utama serangan militer terhadap Iran.
Ia menuduh Teheran tengah berada di jalur untuk mengembangkan senjata nuklir yang dinilai dapat mengancam stabilitas global.
Menurut Trump, Amerika Serikat tidak dapat membiarkan negara yang dianggapnya berbahaya memiliki kemampuan nuklir.
“Ketika orang gila memiliki senjata nuklir, hal-hal buruk akan terjadi,” kata Trump.
Pemerintah Iran sebelumnya membantah tuduhan tersebut dan menegaskan program nuklir mereka bertujuan untuk kepentingan sipil.
Iran Gelar Pemakaman Kenegaraan
Di sisi lain, pemerintah Iran menggelar prosesi pemakaman kenegaraan selama tiga hari untuk mengenang Ali Khamenei.
Otoritas Iran membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran.
Dewan Koordinasi Pembangunan Islam Iran menyatakan warga dapat mengunjungi lokasi tersebut mulai pukul 22.00 waktu setempat untuk melihat langsung jenazah pemimpin yang mereka sebut sebagai “martir bangsa”.
Prosesi pemakaman tersebut diperkirakan akan dihadiri ribuan warga Iran yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang selama puluhan tahun memegang peran penting dalam politik dan pemerintahan negara itu.
Sementara itu, situasi di kawasan Timur Tengah masih tegang seiring meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi meluasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. (*)
