Nusantara

Setahun Kepemimpinan Rudy Masud–Seno Aji, Aliansi Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Kaltim

VONIS.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (ALIANSI GERAM) menggelar demonstrasi di Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (23/2/2026).

Mereka turun ke jalan untuk mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur Rudy Masud dan Wakil Gubernur Seno Aji di Kalimantan Timur.

Sejak siang hari, massa memadati kawasan kantor pemerintahan dengan membawa spanduk kritik, bendera organisasi, dan pengeras suara.

Mereka menyampaikan orasi secara bergantian dan menuntut pemerintah provinsi merealisasikan janji kampanye yang mereka nilai belum berjalan maksimal.

Koordinator aksi, Angga, menegaskan bahwa mahasiswa menagih komitmen politik yang pernah disampaikan saat kampanye.

“Kami menuntut realisasi janji kampanye. Program Gratispol yang dulu digembar-gemborkan belum kami rasakan secara nyata,” ujarnya di sela-sela aksi.

Soroti Tujuh Program Gratispol

Mahasiswa secara khusus menyoroti tujuh program unggulan Gratispol.

Mereka mempertanyakan pelaksanaan Pendidikan Gratispol Generasi Emas, layanan kesehatan gratis, hingga Program Hidup Sehat Stunting (PESUT).

Selain itu, mereka juga meminta kejelasan realisasi makan bergizi gratis, pelatihan keterampilan kerja, bantuan perumahan, serta transportasi umum gratis.

Dalam orasinya, massa bahkan menyematkan julukan “Raja Waluh” kepada gubernur sebagai bentuk sindiran politik.

Mereka menilai pemerintah belum menunjukkan progres signifikan yang berdampak langsung bagi masyarakat Bumi Etam.

Para orator terus menyuarakan tuntutan mereka dari atas mobil komando.

Mereka mendesak gubernur dan wakil gubernur menemui massa untuk memberikan penjelasan terbuka terkait capaian kinerja selama satu tahun terakhir.

Aksi Bakar Ban dan Pengalihan Arus

Aksi sempat memanas ketika sejumlah demonstran membakar ban bekas di tengah jalan.

Asap hitam membumbung tinggi dan menutup sebagian badan jalan.

Aparat kepolisian segera mengalihkan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan panjang di sekitar lokasi.

Meski terjadi aksi bakar ban, mahasiswa tetap menggelar demonstrasi secara terkendali.

Aparat keamanan berjaga di sekitar titik aksi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di Jalan Gajah Mada.

Mereka menunggu kehadiran Gubernur atau Wakil Gubernur untuk berdialog langsung dan memberikan tanggapan atas tuntutan yang mereka sampaikan. (*)

Show More
Back to top button