Internasional

AS Tangkap Maduro, Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Venezuela

VONIS.ID – Pemerintah Brasil mengerahkan pasukan ke perbatasan dengan Venezuela menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) yang menahan Presiden Nicolás Maduro.

Langkah ini meningkatkan ketegangan di kawasan Amerika Latin dan memicu kekhawatiran akan konflik lebih luas.

Dekrit Resmi Pengerahan Pasukan

Pada Kamis (8/1/2026), pemerintah Brasil mengeluarkan dekrit resmi yang mengizinkan Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) — mirip garda nasional — untuk dikerahkan ke wilayah Pacaraima dan ibu kota negara bagian Roraima, Boa Vista.

Dekrit menyatakan pasukan akan mendukung lembaga keamanan lokal untuk menjaga ketertiban umum, keselamatan warga, dan properti. Pemerintah tidak menyebutkan jumlah pasti pasukan yang dikirim.

Roraima terletak sekitar 213 kilometer dari perbatasan Venezuela.

Wilayah ini terkenal dengan aktivitas kelompok bersenjata ilegal yang mengelola tambang dan perdagangan narkoba di kedua sisi perbatasan.

Latar Belakang Serangan AS

Serangan AS terjadi pada Sabtu (3/1/2026), dengan misi menahan Presiden Maduro atas tuduhan narkoterorisme.

Operasi ini menimbulkan kecaman internasional karena melanggar kedaulatan Venezuela.

Sehari setelah serangan, pemerintah Brasil menutup sementara perbatasan di Pacaraima sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya pengungsi dan peningkatan aktivitas kelompok bersenjata.

Media Brasil melaporkan Venezuela memperkuat kehadiran militernya di zona perbatasan.

Selain itu, beberapa kelompok bersenjata aktif di daerah tersebut, termasuk kelompok bersenjata Venezuela dan geng Brasil seperti PCC dan Komando Merah (CV).

Direktur Andes untuk Kantor Washington di Amerika Latin (WOLA), Gimena Sanchez, menilai pengerahan pasukan Brasil sebagai langkah logis untuk menghadapi kekerasan yang mendorong penduduk Venezuela ke selatan.

Reaksi Politik Brasil

Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, mengecam serangan AS terhadap Venezuela.

Ia menyebut tindakan itu melewati “batas yang tidak diterima” dan menegaskan bahwa Brasil menolak intervensi militer unilateral di kawasan tersebut.

Meski pasukan Brasil sudah dikerahkan, belum ada laporan resmi tentang perpindahan besar-besaran pengungsi.

Namun, ketegangan tetap tinggi di sepanjang perbatasan, dengan risiko meningkatnya konflik bersenjata lintas negara.

Pihak berwenang Brasil menekankan bahwa pengerahan pasukan bersifat preventif untuk melindungi masyarakat dan menegakkan hukum.

Langkah Brasil menunjukkan upaya negara itu menjaga keamanan internal dan kedaulatan wilayahnya, sekaligus menegaskan sikap kritis terhadap operasi militer AS di Venezuela. (*)

Show More
Back to top button