
VONIS.ID – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Selain memberikan stimulus pajak, pemerintah juga mengkaji penyesuaian sejumlah komponen biaya penerbangan yang turut memengaruhi harga tiket.
Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agustinus Budi Hartono mengatakan pemerintah menempatkan keterjangkauan tiket sebagai salah satu prioritas menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Nataru.
“Nantinya, masyarakat masih bisa melakukan bepergiannya dengan harga tiket tentunya yang pasti terjangkau. Itu sudah pasti,” ujar Agustinus dalam acara Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10).
PPN DTP Disiapkan untuk Menekan Harga Tiket
Salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah untuk menjaga harga tiket adalah pemberian stimulus Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Kemenhub saat ini menunggu penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menjadi dasar hukum pemberian stimulus tersebut. Pemerintah masih menjalankan proses penyusunan dan harmonisasi aturan sebelum kebijakan berlaku.
Agustinus memperkirakan besaran stimulus PPN DTP akan mengikuti tarif PPN yang berlaku, yakni sekitar 11 persen. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya yang pada akhirnya berpengaruh terhadap harga tiket yang dibayarkan masyarakat.
PSC dan Fuel Surcharge Ikut Dikaji
Pemerintah tidak hanya mengandalkan stimulus pajak. Kemenhub juga membuka opsi untuk menyesuaikan komponen biaya lain dalam penerbangan, termasuk Passenger Service Charge (PSC) dan biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge.
Namun, pemerintah belum menentukan besaran penyesuaian kedua komponen tersebut. Kemenhub akan membahas kebijakan itu bersama pihak terkait dalam waktu dekat.
“Jadi nanti kita akan diskusikan mungkin dalam waktu dekat,” ujar Agustinus.
Skema tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga harga tiket ketika permintaan penerbangan biasanya meningkat selama periode libur panjang.
Selain mengantisipasi persoalan harga, Kemenhub juga menyiapkan langkah untuk menjaga keselamatan dan kelancaran penerbangan selama Nataru.
Kemenhub akan membuka posko terpadu seperti pada periode angkutan Nataru sebelumnya. Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) bersama Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) 1 hingga 10 juga akan meningkatkan pemeriksaan terhadap armada maskapai.
“Pemeriksaan pesawat baik itu sebelum Nataru maupun pada saat Nataru,” ujar Agustinus.
Ia meminta maskapai memastikan seluruh armada berada dalam kondisi laik operasi. Menurutnya, kesiapan pesawat penting untuk mencegah kerusakan mendadak yang dapat mengganggu rotasi penerbangan dan memicu keterlambatan berantai.
“Biasanya kalau sudah mulai lagi peak season itu keterlambatannya panjang akan jadi berita viral. Itu tidak kita inginkan,” ujar Agustinus.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan pemerintah menyiapkan diskon tiket pesawat dan angkutan transportasi pada periode Nataru sebagai bagian dari stimulus ekonomi semester II 2026.
“Terkait dengan diskon transportasi dan juga diskon untuk angkutan udara selama liburan sekolah nanti dan juga untuk Nataru,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
(*)
