Nasional
Trending

Presiden Prabowo Gerak Cepat Tangani Banjir dan Tanah Longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

VONIS.ID – Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak cepat menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak hari pertama kejadian, langkah darurat telah dilakukan, mulai dari evakuasi warga terdampak hingga penyaluran bantuan dan pemulihan wilayah.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (29/11), Prabowo menegaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan berbagai armada darat, laut, dan udara untuk memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh area terdampak secara cepat dan merata.

“Kita telah berangkatkan tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A400. Untuk kesekian kalinya kita kirim bantuan. Pemerintah bergerak cepat, dari hari-hari pertama sudah bereaksi, sudah mengirim bantuan, melalui jalur darat dan udara, dan terus menerus kebutuhan mereka di lapangan kita dukung,” tulisnya.

Bantuan yang dikirim mencakup perahu karet untuk evakuasi, tenda pengungsian, perangkat genset sebagai sumber listrik darurat, hingga alat komunikasi di lapangan.

Selain itu, tenda dapur umum dan pos Satuan Penanggulangan Bencana (SPPG) telah difungsikan di sejumlah wilayah, antara lain SPPG Daulat Lae-Langge, SPPG u Turi Binjai Utara, dan SPPG Subulussalam, untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak.

Video yang diunggah Prabowo juga menampilkan kondisi tenda dapur umum dan pos SPPG yang aktif melayani masyarakat terdampak.

Suara anak-anak korban bencana terdengar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden atas bantuan dan respons cepat pemerintah.

“Terima kasih Bapak Prabowo,” ujar mereka di tengah genangan banjir.

Prabowo menegaskan bahwa dalam menghadapi cuaca ekstrem dan medan yang sulit, pemerintah terus bekerja sama dengan masyarakat untuk memulihkan kehidupan warga serta menormalkan kembali kondisi daerah yang terdampak.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak bencana alam di Sumatera.

“Mari kita senantiasa bersatu dan bergotong royong, mendoakan serta membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Semoga masa yang sulit ini dapat segera kita lewati,” tambahnya.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor telah melanda puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban meninggal dunia akibat bencana ini hingga Sabtu (29/11) sore mencapai 303 orang.

Kepala BNPB, Suharyanto menyebutkan bahwa korban meninggal paling banyak berasal dari Sumatera Utara, yakni sebanyak 166 orang, meningkat dari laporan sebelumnya yang berjumlah 116 korban.

Selain itu, terdapat 143 warga yang masih hilang, menunggu proses pencarian dan evakuasi lebih lanjut.

Selain menyalurkan bantuan darurat, pemerintah juga berupaya memulihkan infrastruktur yang terdampak, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum, agar akses logistik dan evakuasi dapat berjalan lancar.

Kecepatan respons pemerintah diharapkan dapat mengurangi dampak lebih lanjut dan mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Situasi ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan gotong royong di tengah bencana.

Pemerintah pusat, aparat daerah, dan masyarakat diharapkan bekerja sama dalam menghadapi cuaca ekstrem dan memastikan keselamatan warga.

Bagi para korban, bantuan terus mengalir melalui jalur darat dan udara, serta berbagai pos pelayanan dan dapur umum yang siap melayani kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat terdampak.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi dan memastikan seluruh korban mendapatkan bantuan yang diperlukan.

“Kita harus bersama-sama melewati masa sulit ini. Pemerintah hadir di tengah masyarakat, untuk menolong, memulihkan, dan memastikan kehidupan mereka kembali normal,” pungkasnya. (*)

Show More
Back to top button