
VONIS.ID — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aksi jual bersih atau net sell investor asing senilai Rp1,53 triliun setelah Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengumumkan pengunduran diri.
Aksi jual tersebut memperdalam tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok signifikan dalam sepekan terakhir.
BEI menyampaikan bahwa aksi jual bersih asing terjadi pada perdagangan Jumat (30/1) dan berlanjut sebagai bagian dari tren negatif sejak awal tahun.
Sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan net sell sebesar Rp9,88 triliun.
“Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,53 triliun dan sepanjang tahun 2026 mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,88 triliun,” tulis BEI dalam pengumuman resminya.
IHSG Anjlok Hampir 7 Persen dalam Sepekan
Tekanan jual tersebut berdampak langsung terhadap kinerja IHSG.
BEI mencatat IHSG turun 6,94 persen sepanjang pekan perdagangan terakhir. Indeks ditutup di level 8.329,60, melemah dari posisi 8.951,01 pada pekan sebelumnya.
Penurunan indeks juga menyeret kapitalisasi pasar BEI.
Nilai kapitalisasi pasar turun 7,37 persen menjadi Rp15.046 triliun, dari Rp16.244 triliun pada pekan lalu.
Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas pasar modal domestik.
Aktivitas Transaksi Beragam
Di tengah tekanan pasar, BEI mencatat dinamika berbeda pada aktivitas transaksi.
Rata-rata volume transaksi harian turun 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham dibandingkan 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Namun, rata-rata nilai transaksi harian justru melonjak 29,28 persen menjadi Rp43,76 triliun dari sebelumnya Rp33,85 triliun.
Selain itu, frekuensi transaksi harian meningkat 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi, menunjukkan tingginya aktivitas jual beli di tengah volatilitas pasar.
Pengunduran Diri Pimpinan Jadi Sorotan Pasar
Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama BEI pada Jumat (30/1) pagi.
Ia menyatakan langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya IHSG yang terjadi pada Rabu dan Kamis (28–29 Januari).
Pada malam harinya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengumumkan pengunduran diri sejumlah pimpinan.
Selain Iman Rachman, pejabat yang mundur antara lain Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara.
Rangkaian pengunduran diri tersebut meningkatkan ketidakpastian pasar dan mendorong investor asing mempercepat aksi jual di pasar saham domestik. (*)
