Nusantara

Baru Dua Hari Menjabat, Kajari Samarinda Haedar Ajak Media Perkuat Transparansi Penegakan Hukum

VONIS.ID – Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda yang baru, Haedar, mulai membangun komunikasi awal dengan para jurnalis di Kota Tepian.

Dalam pertemuan bersama awak media yang digelar di kantor Kejaksaan Negeri Samarinda, ia menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung transparansi serta pengawasan publik terhadap proses penegakan hukum.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi perdana Haedar sejak resmi menjalankan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya baru dua hari bertugas di kota tersebut sehingga masih dalam tahap awal mengenal dinamika daerah serta berbagai persoalan hukum yang berkembang.

“Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan media. Ini juga merupakan bentuk kerja sama kami dengan media sekaligus wujud transparansi yang ingin kami bangun ke depan,” ujar Haedar dalam pertemuan tersebut.

Dalam keterangannya, Haedar menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait berbagai kegiatan maupun proses hukum yang dilakukan kejaksaan.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara aparat penegak hukum dan media akan membantu menciptakan pemahaman publik yang lebih jelas terhadap kerja-kerja institusi penegak hukum.

Ia menilai media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan antara lembaga negara dengan masyarakat.

“Ke depan kami tentu ingin bekerja dengan baik. Dan untuk itu kami membutuhkan dukungan dari teman-teman media,” katanya.

Haedar juga berharap hubungan yang terbangun antara Kejaksaan Negeri Samarinda dan insan pers dapat berjalan secara profesional serta saling mendukung dalam upaya memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Sebagai pejabat baru di lingkungan kejaksaan di Samarinda, Haedar mengakui masih memerlukan waktu untuk mempelajari berbagai persoalan yang ada di daerah tersebut.

Ia menyebut kondisi dan dinamika setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri yang harus dipahami secara menyeluruh sebelum menentukan langkah strategis.

Karena itu, dalam waktu dekat ia akan lebih fokus melakukan pemetaan terhadap berbagai program kerja yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Samarinda.

“Karena saya baru dua hari bertugas, tentu masih perlu melihat dulu perkembangan yang ada,” ujarnya.

Menurut Haedar, pendekatan yang dilakukan saat ini adalah mempelajari perencanaan program yang sudah ada serta memahami kebutuhan penegakan hukum di Kota Samarinda.

Hal tersebut dinilai penting agar kebijakan atau langkah yang diambil nantinya benar-benar sesuai dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah.

Ketika ditanya mengenai program khusus yang akan dijalankan selama masa jabatannya, Haedar mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap berbagai rencana yang ada.

Ia menyebut penyusunan program kerja di Kejaksaan Negeri Samarinda masih bersifat dinamis karena perlu menyesuaikan dengan perkembangan situasi serta kebutuhan penegakan hukum di daerah.

“Ada program khusus tentu ada, tetapi kita lihat dulu. Masih dinamis karena kami perlu melihat perkembangan perencanaan yang ada di Kota Samarinda ini,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan baru di Kejaksaan Negeri Samarinda akan diawali dengan proses adaptasi dan pemetaan kondisi sebelum menentukan prioritas kerja yang lebih konkret.

Langkah tersebut juga dinilai sebagai pendekatan yang realistis mengingat berbagai persoalan hukum di daerah memerlukan penanganan yang terukur dan berbasis data.

Dalam pertemuan dengan awak media itu, Haedar juga menegaskan komitmennya untuk menjaga prinsip transparansi dalam pelaksanaan tugas kejaksaan.

Ia menyatakan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses penegakan hukum dijalankan, selama informasi tersebut tidak mengganggu proses penyidikan atau penuntutan yang sedang berlangsung.

Dengan adanya komunikasi yang terbuka, ia berharap berbagai kegiatan maupun perkembangan penanganan perkara di Kejaksaan Negeri Samarinda dapat diketahui masyarakat secara jelas.

Di akhir pertemuan, Haedar kembali menegaskan harapannya agar hubungan antara Kejaksaan Negeri Samarinda dan media dapat terus terjalin dengan baik.

Ia menilai dukungan media sangat penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Selain itu, kehadiran media juga diharapkan dapat menjadi bagian dari mekanisme kontrol sosial terhadap kinerja lembaga penegak hukum.

“Mohon dukungannya dari teman-teman media supaya ke depan kami bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi langkah awal bagi Haedar dalam membangun komunikasi publik sejak menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda.

“Ke depan, hubungan antara kejaksaan dan media diharapkan dapat semakin erat sehingga informasi mengenai penegakan hukum di Kota Samarinda dapat tersampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

(tim redaksi)

Show More
Back to top button