
VONIS.ID – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Samarinda pada Senin (23/3/2026) dini hari.
Peristiwa ini menghanguskan enam bangunan yang berada di Jalan Soekarno Hatta Km 1, Gang Durian dan Durian 2, RT 21, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Api muncul saat sebagian besar warga masih terlelap, sehingga sempat memicu kepanikan di lingkungan sekitar.
Warga pertama kali melaporkan kebakaran sekitar pukul 04.20 WITA melalui pusat komunikasi darurat.
Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke bangunan lain karena kondisi permukiman yang padat.
Sejumlah warga berusaha menyelamatkan barang berharga sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan api cepat menyebar karena jarak antarbangunan sangat dekat.
“Kami menemukan objek yang terbakar berada di kawasan padat, sehingga api dengan mudah merembet ke rumah di sekitarnya,” ujarnya.
Enam Bangunan Hangus, Satu Warga Luka
Petugas mencatat enam bangunan terdampak dalam peristiwa ini.
Lima di antaranya merupakan rumah tinggal, sementara satu bangunan lainnya adalah langgar yang biasa di gunakan warga untuk beribadah.
Luas area yang terbakar di perkirakan mencapai 30 x 40 meter.
Sebanyak lima kepala keluarga dengan total sekitar 20 jiwa terdampak langsung akibat kebakaran ini.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu orang warga mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi kejadian.
Kerugian material ditaksir cukup besar, mengingat sebagian bangunan mengalami kerusakan total.
Warga kini mulai berupaya menyelamatkan sisa barang dan membersihkan puing-puing bangunan.
Respons Cepat Petugas Pemadam
Tim pemadam kebakaran bergerak cepat setelah menerima laporan.
Unit pertama di berangkatkan sekitar pukul 04.30 WITA dan tiba di lokasi hanya dalam waktu delapan menit.
Petugas langsung melakukan pemadaman intensif sejak pukul 04.40 WITA.
Pada tahap awal, dua unit mobil pemadam dari Posko 9 dengan 15 personel di kerahkan untuk mengendalikan api.
Selanjutnya, dua unit tambahan dari Posko 5 menyusul guna memperkuat upaya pemadaman.
Berbagai unsur turut membantu proses penanganan, termasuk relawan Redkar, pemadam swasta, serta tim dari Kutai Kartanegara sektor Loa Janan.
Aparat kepolisian juga ikut mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas agar proses pemadaman berjalan lancar.
Tim medis dari PMI, layanan darurat Samarinda Siaga 112, serta Emergency Medical Team disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan korban tambahan.
Kolaborasi lintas instansi ini mempercepat pengendalian api hingga akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WITA.
Masih Selidiki Dugaan Penyebab
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Namun, dugaan sementara mengarah pada bagian dapur salah satu rumah warga.
Aktivitas memasak atau korsleting listrik diduga menjadi pemicu awal munculnya api.
Petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kebakaran.
Mereka juga mengantisipasi kemungkinan adanya faktor lain yang berkontribusi terhadap peristiwa tersebut.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.
Instalasi listrik yang tidak standar dan kelalaian saat memasak sering menjadi penyebab utama kebakaran rumah.
Hendra mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dan menggunakan peralatan yang aman.
Ia juga meminta warga lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di dapur, khususnya pada malam atau dini hari.
“Banyak kebakaran terjadi karena hal-hal yang sebenarnya bisa di cegah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko,” tegasnya.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali.
Warga bersama aparat setempat mulai melakukan pemulihan pascakebakaran, sementara pihak berwenang terus melanjutkan proses penyelidikan. (*)

