
VONIS.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis hasil penyelidikan awal terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
PBB mengungkap dua penyebab berbeda dalam insiden yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026 tersebut.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB menyatakan bahwa prajurit pertama gugur akibat proyektil tank.
Tim investigasi menemukan fragmen peluru utama tank kaliber 120 mm di lokasi kejadian.
Mereka mengidentifikasi proyektil tersebut berasal dari tank Merkava milik Israel Defense Forces (IDF) yang menembak dari arah timur menuju wilayah Ett Taibe.
Temuan ini menunjukkan adanya keterlibatan persenjataan berat dalam insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut.
Namun, PBB menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung untuk memastikan konteks lengkap kejadian.
Ledakan IED Tewaskan Dua Prajurit Lainnya
Pada insiden terpisah sehari kemudian, dua prajurit TNI lainnya gugur akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED).
Tim penyelidik menemukan bahwa ledakan terjadi akibat perangkat yang dipicu melalui mekanisme tripwire.
Berdasarkan analisis lokasi, karakteristik ledakan, serta situasi keamanan di wilayah tersebut, PBB menilai IED kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hezbollah.
Ledakan tersebut menghantam konvoi logistik UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan dan juga menyebabkan dua prajurit lainnya mengalami luka.
PBB menilai penggunaan IED menunjukkan ancaman serius terhadap pasukan perdamaian yang beroperasi di wilayah konflik aktif.
Investigasi Lanjutan Masih Berjalan
PBB menegaskan bahwa hasil ini masih bersifat awal dan belum final.
Organisasi tersebut terus mengumpulkan bukti tambahan serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memahami situasi secara menyeluruh.
Sebagai tindak lanjut, PBB akan membentuk Dewan Penyelidikan resmi sesuai prosedur untuk mengusut kedua insiden tersebut. Langkah ini bertujuan memastikan akuntabilitas serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI tersebut.
Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia kehilangan putra terbaik yang tengah menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
Prabowo juga mengecam keras tindakan yang menyebabkan gugurnya para prajurit.
Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendukung misi perdamaian dunia meski menghadapi risiko tinggi di lapangan.
Insiden ini kembali menyoroti kompleksitas konflik di Lebanon Selatan serta tingginya ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian internasional. (*)
