
VONIS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel tetap memiliki kebebasan penuh untuk menyerang negara atau kelompok yang dianggap mengancam keamanan nasionalnya, termasuk Iran dan Lebanon.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (24/5).
Sumber politik Israel menyebut Netanyahu menggunakan percakapan tersebut untuk menegaskan sikap Tel Aviv di tengah negosiasi damai antara AS dan Iran yang terus berlangsung.
“Dalam percakapan tadi malam dengan Presiden Trump, Perdana Menteri menekankan bahwa Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman di semua arena, termasuk Lebanon,” kata sumber politik Israel seperti dikutip Reuters.
Sumber itu juga menyebut Trump mendukung prinsip tersebut dan tetap memberikan dukungan terhadap langkah keamanan Israel.
AS Tetap Negosiasi dengan Iran
Meski mendukung Israel, Trump dikabarkan terus melanjutkan komunikasi intensif dengan Teheran guna mendorong tercapainya kesepakatan damai baru.
Pemerintah AS disebut meminta Iran membongkar program nuklirnya serta memindahkan seluruh uranium yang telah diperkaya keluar dari wilayah negara itu.
“Presiden Trump menegaskan dia tidak akan menandatangani perjanjian akhir tanpa terpenuhinya syarat-syarat tersebut,” ujar sumber Israel.
Washington juga disebut telah membagikan perkembangan terbaru negosiasi kepada pemerintah Israel.
Namun, sejumlah pejabat pertahanan Israel menganggap posisi Netanyahu dalam pembicaraan itu mulai melemah.
Hubungan Trump dan Netanyahu Disebut Memanas
Beberapa pejabat Israel mengungkapkan hubungan Trump dan Netanyahu mengalami ketegangan setelah operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran tidak menghasilkan kemenangan cepat seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Media Israel melaporkan pemerintahan Trump mulai membatasi keterlibatan Netanyahu dalam proses negosiasi langsung dengan Iran.
Kondisi itu memaksa Israel mencari informasi melalui jalur diplomatik dan pengawasan intelijen mereka sendiri.
Israel juga khawatir AS akan melunak terhadap Iran, termasuk membuka peluang pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini menekan Teheran.
Pemerintah Netanyahu menilai langkah itu dapat memberi ruang bagi Iran untuk memperkuat kembali kekuatan militernya.
Konflik Timur Tengah Masih Memanas
Di sisi lain, Trump menyatakan AS dan Iran kini “sebagian besar telah menegosiasikan” nota kesepahaman untuk mengurangi konflik dan membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan besar AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Teheran langsung membalas dengan menyerang aset militer AS di kawasan Teluk serta target Israel.
Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda, sementara negosiasi damai terus berlangsung di tengah ancaman eskalasi militer yang semakin besar. (*)
