AdvertorialDPRD Samarinda

Dorong Penguatan Sektor Budaya Samarinda, Celni Pita Sari Siap Jadi Donatur Rutin Borneo Cantata

VONIS.ID – Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata jadi perhatian khusus Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari.

Celni menyatakan komitmennya untuk mendukung Sanggar Paduan Suara Borneo Cantata dengan menjadi donatur pribadi secara rutin setiap tahun.

Ia menegaskan dukungan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kelompok seni yang telah membawa nama Samarinda dan Kalimantan Timur (Kaltim) ke kancah internasional.

Celni menjelaskan bahwa Borneo Cantata telah lama berkiprah di dunia paduan suara dan telah beberapa kali mewakili daerah dalam berbagai ajang internasional.

Ia menilai prestasi tersebut layak mendapatkan perhatian lebih, terutama dalam aspek pendanaan kegiatan yang selama ini banyak ditanggung secara mandiri oleh para anggota sanggar.

“Sudah beberapa kali mereka mewakili Samarinda maupun Kaltim ke kancah internasional, dan memang dananya itu secara pribadi.,” ujar Celni, belum lama ini.

“Mungkin kalau memakai dana pemerintah, mekanismenya panjang dan ada aturannya,” lanjutnya.

Komitmen Donatur Rutin Setiap Tahun

Celni menyampaikan bahwa ia tergerak untuk memberikan dukungan langsung setelah melihat konsistensi dan potensi besar yang dimiliki Borneo Cantata.

Politisi NasDem ini menilai keberadaan sanggar tersebut mampu memperkuat citra daerah di tingkat global melalui seni dan budaya.

“Saya memang bersedia menjadi donatur tetap setiap tahun, karena mereka punya potensi besar untuk membawa nama Samarinda lebih baik lagi di dunia internasional,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu para anggota sanggar untuk terus berlatih, berkompetisi, dan meningkatkan kualitas penampilan mereka tanpa terbebani masalah pembiayaan.

Dorongan Penguatan Sektor Kebudayaan Daerah

Selain memberikan dukungan pribadi, Celni juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor kebudayaan.

Ia menilai proses penganggaran melalui mekanisme dinas memang membutuhkan waktu dan aturan yang ketat, namun hal tersebut tidak boleh mengurangi perhatian terhadap pelaku seni.

Menurutnya, banyak aset budaya di Samarinda yang belum dikelola secara maksimal.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar sektor budaya dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Banyak aset budaya yang sudah ada, tetapi kurang perawatan. Padahal, itu bisa menjadi potensi untuk meningkatkan PAD. Kita tidak bisa hanya membangun, tetapi juga harus merawat,” pungkasnya.

Optimisme Pengembangan Wisata Budaya

Celni juga mendorong pengembangan destinasi budaya seperti museum dan rumah adat di Samarinda.

Ia meyakini pengelolaan yang baik terhadap aset tersebut dapat menjadikan sektor budaya sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah di masa depan.

DPRD Samarinda, lanjutnya, akan terus mendorong agar kebijakan pembangunan daerah juga memberi ruang yang lebih besar bagi pengembangan seni dan budaya secara berkelanjutan. (Adv)

Show More
Back to top button