Tak Berkategori

KUR Bunga 5 Persen Segera Diluncurkan, Prabowo Targetkan Sejuta Rumah untuk Pekerja

VONIS.ID — Prabowo Subianto mengumumkan rencana peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga maksimal 5 persen per tahun.

Ia menyampaikan kebijakan tersebut saat berpidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5).

Prabowo menegaskan pemerintah akan segera merealisasikan program tersebut melalui bank-bank milik negara.

Ia menyatakan kebijakan ini bertujuan memperluas akses pembiayaan murah bagi masyarakat kecil, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita akan segera kucurkan kredit untuk rakyat dengan bunga maksimal 5 persen setahun,” ujar Prabowo di hadapan ribuan buruh.

 Dorong Akses Kredit Murah

Prabowo menilai selama ini masyarakat kecil belum menikmati akses kredit yang adil.

Ia menyoroti tingginya bunga pinjaman, terutama dari lembaga nonformal, yang kerap membebani rakyat.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera di perbaiki agar pelaku usaha kecil dapat berkembang tanpa terjebak utang berbunga tinggi.

Pemerintah, kata dia, ingin memastikan sistem keuangan lebih inklusif dan berpihak pada masyarakat bawah.

Ia juga menginstruksikan bank BUMN untuk mempercepat implementasi program KUR berbunga rendah tersebut.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap roda perekonomian rakyat bisa bergerak lebih cepat.

Program Rumah untuk Buruh

Selain KUR, Prabowo juga meluncurkan gagasan program kepemilikan rumah bagi buruh.

Ia ingin mengalihkan pengeluaran kontrak bulanan menjadi cicilan rumah milik sendiri.

Presiden menjelaskan bahwa skema ini akan menawarkan tenor panjang, mulai dari 20 hingga 40 tahun, agar cicilan tetap terjangkau.

Ia meyakini buruh, petani, dan nelayan memiliki stabilitas tempat tinggal sehingga layak mendapatkan akses pembiayaan jangka panjang.

“Yang sebelumnya 30 persen untuk kontrak, nanti menjadi cicilan rumah sendiri,” katanya.

Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1 juta rumah pada 2026.

Proyek ini akan difokuskan di sekitar kawasan industri dan pusat pekerjaan untuk memudahkan mobilitas pekerja.

Infrastruktur dan Kota Baru

Prabowo menambahkan, pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada unit hunian, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung.

Pemerintah berencana membangun sekolah, fasilitas olahraga, pusat kesehatan, hingga daycare di kawasan tersebut.

Selain itu, pemerintah akan memastikan akses transportasi publik seperti kereta ringan dan bus tersedia untuk menunjang aktivitas pekerja.

Ia bahkan membuka kemungkinan pembangunan kota-kota baru dengan konsep hunian vertikal berupa rumah susun dalam skala besar.

Risiko bagi Perbankan

Di sisi lain, kalangan analis mengingatkan potensi risiko dari kebijakan kredit berbunga rendah tersebut.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai kebijakan ini dapat menekan kinerja bank.

Ia menyebut penurunan margin bunga bersih (NIM) sebagai salah satu risiko utama.

Selain itu, peningkatan potensi kredit macet (NPL) dan kebutuhan cadangan kerugian (CKPN) juga perlu diantisipasi.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis kebijakan ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Show More
Back to top button