Nusantara

Kecewa dengan PT Pertamina, DPRD Kaltim: Mana Bengkel Gratis yang Kalian Janjikan?

VONIS.ID – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) geram dengan PT Pertamina karena tidak menepati janjinya untuk menyediakan bengkel gratis bagi kendaraan yang diduga terdampak masalah bahan bakar minyak (BBM).

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Abdul Giaz menegaskan, pihaknya tak akan tinggal diam terkait persoalan itu.

“Kami akan terus dorong ini, jangan sampai rakyat dirugikan dua kali oleh kualitas BBM dan janji kosong,” ujar Giaz, Sabtu (3/5/2025).

Politisi NasDem ini mengaku kecewa dengan sikap Pertamina yang dinilainya tidak transparan dan tak menepati janji.

“Kalian (Pertamina) jangan bohongi masyarakat Kaltim. Mana bengkel gratis yang kalian janjikan? Jangan sampai kami (DPRD) dianggap bersekongkol dengan Pertamina dan Pemprov,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan pola komunikasi Pertamina yang dinilainya buruk dan seolah menghindar.

“Saya bingung, katanya ada bengkel gratis tapi tidak ada informasi resmi. Warga tak tahu, kami di DPRD pun tak diberi kabar,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga Kaltim dihebohkan dengan kerusakan motor setelah membeli BBM dari SPBU.

Menindaklanjuti hal itu, DPRD Kaltim menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pertamina Patra Niaga pada 9 April 2025 lalu.

Hasilnya, sebagai solusi, Pertamina berjanji bakal membuka bengkel gratis untuk motor rusak akibat dugaan BBM tidak sesuai spesifikasi.

Namun sudah hampir sebulan berlalu, tak ada kejelasan di mana lokasi bengkel resmi yang disebut-sebut akan menjadi tempat perbaikan kendaraan warga.

Hanya pemkot Samarinda yang memberikan bantuan santunan ke pada warga terdampak.

Langkah cepat ditunjukkan Pemkot Samarinda dengan memberikan insentif langsung kepada warga yang motornya mengalami kerusakan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa pemberian insentif tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kota terhadap warganya di tengah situasi sulit akibat maraknya BBM oplosan beredar di pasaran.

“Mungkin bantuan itu tidak bisa memberi kepuasan penuh bagi warga atau siapapun, tapi itulah yang bisa kami lakukan untuk membantu mereka,” ucap Andi Harun.

Program bantuan ini digelar selama sekitar satu minggu mulai Senin (14/4) hingga Sabtu (19/4).

Sebanyak 1.356 kendaraan tercatat menerima santunan sebesar Rp 300 ribu per unit.

Total anggaran yang dikeluarkan Pemkot Samarinda mencapai lebih dari Rp 400 juta. (adv)

Show More
Back to top button