Internasional

Australia hingga Kanada Murka Atas Perlakuan Israel Terhadap Aktivis Flotilla

VONIS.ID – Pemerintah Australia memanggil Duta Besar Israel di Canberra setelah beredarnya video Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla.

Dalam video itu, para aktivis terlihat berlutut dengan tangan terikat saat lagu kebangsaan Israel diperdengarkan.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai perlakuan yang merendahkan martabat manusia.

Wong menegaskan Australia tidak bisa menerima tindakan terhadap para aktivis yang ditahan setelah armada bantuan menuju Gaza dicegat aparat Israel.

“Saya juga telah menginstruksikan DFAT untuk memanggil Duta Besar Israel untuk Australia guna memperkuat pesan ini,” kata Wong melalui akun X, Kamis (21/5/2026).

Wong menilai video yang diunggah Ben-Gvir memicu kemarahan internasional karena memperlihatkan perlakuan tidak manusiawi terhadap warga sipil dari berbagai negara.

“Gambar-gambar yang kami lihat diunggah oleh Menteri Israel Ben-Gvir sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima,” ujar Wong.

Australia juga mendesak Israel segera membebaskan 11 warga Australia yang ikut dalam pelayaran Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza.

Canberra meminta Israel menjamin seluruh tahanan mendapat perlakuan sesuai hukum internasional.

“Kami meminta agar Israel memastikan tidak ada perlakuan buruk terhadap tahanan mana pun dan bertindak sesuai kewajiban internasional,” tambah Wong.

Video Ben-Gvir Picu Kemarahan Dunia

Sebelumnya, Itamar Ben-Gvir mengunggah video para aktivis yang ditahan setelah armada bantuan Gaza dicegat Israel.

Dalam rekaman itu, sejumlah aktivis tampak berlutut dengan dahi menghadap lantai dan tangan diikat tali.

Video tersebut diberi keterangan “Selamat datang di Israel”.

Unggahan itu langsung memicu kritik dari berbagai negara.

Sejumlah pemerintah Barat menilai tindakan tersebut melanggar prinsip kemanusiaan dan memperburuk ketegangan diplomatik di tengah konflik Gaza yang masih berlangsung.

Italia menjadi salah satu negara pertama yang memanggil Duta Besar Israel.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut perlakuan terhadap para aktivis, termasuk warga Italia, sebagai tindakan yang tidak bisa diterima.

“Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka,” kata Meloni.

Pemerintah Prancis juga mengecam tindakan Ben-Gvir.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot meminta Israel segera membebaskan warga negara Prancis yang ikut dalam armada tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyebut insiden tersebut “sangat mengkhawatirkan” dan menegaskan Ottawa menangani persoalan itu dengan serius.

“Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan kami bertindak dengan sangat mendesak,” ujar Anand kepada wartawan.

Gelombang protes internasional terhadap Israel diperkirakan terus meningkat seiring tekanan global terkait perlakuan terhadap aktivis kemanusiaan dan situasi di Gaza. (*)

Show More
Back to top button