
VONIS.ID — Kondisi ekonomi Indonesia yang turut menghadapi dampak dinamika ekonomi global menjadi perhatian Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat ketahanan dan kemandirian ekonomi agar mampu menghadapi berbagai tekanan global sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
AHY menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan sambutan dalam peringatan 25 tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).
Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Air
AHY menilai Indonesia harus membangun fondasi ekonomi yang kuat melalui peningkatan ketahanan di sejumlah sektor strategis.
Ia menempatkan pangan, energi, dan air sebagai sektor penting yang perlu mendapat perhatian serius.
“Indonesia harus membangun ketahanan dan kemandirian, terutama di bidang pangan, energi, dan air; memperkuat daya saing; memperluas konektivitas; serta memastikan pembangunan semakin merata,” kata AHY.
Selain memperkuat sektor strategis, pemerintah juga perlu meningkatkan daya saing nasional.
AHY mendorong perluasan konektivitas agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi mampu menjangkau berbagai daerah.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Libatkan Rakyat
AHY menegaskan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan angka pertumbuhan ekonomi.
Ia meminta pemerintah menggunakan ukuran yang lebih luas untuk melihat keberhasilan pembangunan.
Menurut AHY, pertumbuhan ekonomi harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Ia menilai pembangunan akan lebih bermakna jika semakin banyak masyarakat mendapatkan kesempatan untuk tumbuh bersama perekonomian nasional.
Karena itu, AHY mendorong pembangunan membuka pusat-pusat pertumbuhan baru dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Langkah tersebut, menurutnya, dapat memperluas kesempatan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan antardaerah.
SDA Harus Beri Nilai Tambah Tanpa Rusak Lingkungan
AHY juga menyoroti pengelolaan kekayaan sumber daya alam Indonesia.
Ia mendorong pemerintah mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu menciptakan pekerjaan dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Namun, ia mengingatkan proses pembangunan tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan.
“Kekayaan sumber daya alam harus kita olah menjadi nilai tambah dan pekerjaan, tetapi pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan,” ujar AHY.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi saat ini dan kebutuhan generasi mendatang. Menurutnya, pembangunan harus menghadirkan keadilan antargenerasi.
“Jangan sampai generasi kita menikmati pertumbuhan hari ini, sementara generasi berikutnya mewarisi kerusakannya. Inilah keadilan antar-generasi,” pungkasnya. (*)
