
VONIS.ID – Presiden Prabowo Subianto menyebut kesejahteraan rakyat sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang tangguh dan mandiri.
Menurut Prabowo, kekuatan Indonesia harus dimulai dari kemampuan negara menyediakan pangan, energi, pendidikan, serta kesempatan bagi rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India.
Dalam sesi terbatas KTT BRICS, Prabowo menekankan pentingnya membangun bangsa yang tangguh, mandiri, dan tidak bergantung pada kekuatan tertentu.
Menurut dia, pemerintah harus memastikan rakyat memperoleh kebutuhan dasar sekaligus kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.
Belajar dari Konferensi Asia-Afrika
Prabowo mengawali pernyataannya dengan menyinggung pengalaman negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan bersama.
Ia mengatakan suara Indonesia dan negara-negara di belahan bumi selatan semakin kuat ketika mereka bersatu.
Menurut Prabowo, semangat tersebut telah terlihat sejak Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955.
Saat itu, negara-negara yang baru memperoleh kemerdekaan berkumpul sebagai mitra yang setara.
“Dengan bersatu, kami juga menjadi lebih kuat,” kata Prabowo, Minggu (13/9/2026).
Ia menilai pengalaman KAA tetap relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Persatuan, kata dia, dapat membantu negara-negara berkembang melindungi dan memperjuangkan kepentingan masing-masing.
Pangan, Energi, dan Pendidikan Jadi Fondasi
Prabowo kemudian menekankan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh posisi di forum internasional.
Pemerintah, menurut dia, harus terlebih dahulu memperkuat fondasi di dalam negeri.
“Kekuatan selalu berawal dari rumah, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat kita, untuk menyediakan energi yang mereka butuhkan, untuk mendidik anak-anak kita, dan untuk memberi mereka kesempatan untuk sejahtera,” ujar Prabowo.
Ia menyebut pemenuhan pangan, penyediaan energi, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan sebagai bagian penting dalam membangun bangsa yang tangguh dan mandiri.
Indonesia Tak Ingin Didikte
Dalam forum BRICS, Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia yang tidak ingin bergantung atau didikte oleh satu maupun dua kekuatan besar.
Ia mengatakan Indonesia harus memperkuat fondasi nasional agar mampu mengambil keputusan secara mandiri sekaligus menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan dengan negara lain.
Prabowo juga mendorong penguatan kerja sama BRICS di sektor yang berdampak langsung terhadap ketahanan negara, salah satunya energi.
Menurut dia, Indonesia tengah menghubungkan sistem energi dan memperkuat ketahanan energi di kawasan. Langkah tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian sekaligus membangun ketangguhan jangka panjang.
“Dengan fondasi yang begitu kuat, saya yakin BRICS akan terus memperkuat kerja sama di bidang-bidang yang berdampak langsung pada ketangguhan kita,” pungkasnya. (*)

