
VONIS.ID – Memasuki dua tahun pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan reshuffle besar-besaran Kabinet Merah Putih.
Prabowo menyebut masa dua tahun cukup bagi para menteri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah mengevaluasi kebutuhan organisasi.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu yang lalu.
Prabowo mengatakan pemerintah terus mengevaluasi kinerja Kabinet Merah Putih.
Ia menilai jajaran menterinya sejauh ini mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Dan sampai sekarang secara objektif ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke,” kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah harus mengarahkan seluruh sumber daya untuk menangani persoalan mendasar.
Ia menyebut ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah.
Menurut Prabowo, pemerintah harus mengamankan kebutuhan pangan melalui program swasembada pangan.
Pemerintah juga perlu memperkuat ketahanan energi, termasuk menjaga ketersediaan BBM dan mengembangkan bahan bakar berbasis kelapa sawit melalui program B50.
Selain itu, pemerintah akan mendorong pengembangan energi surya dalam skala besar.
Fokus pada Kemiskinan dan Efisiensi Anggaran
Prabowo juga menyoroti persoalan kelaparan anak yang dapat berujung pada stunting serta kemiskinan absolut atau kemiskinan ekstrem.
Setelah menangani persoalan tersebut, pemerintah akan memperkuat efisiensi anggaran.
Prabowo menyatakan pemerintah perlu mencegah kebocoran anggaran dan mengarahkan investasi ke sektor yang mampu menghasilkan devisa serta membuka lapangan kerja.
Dalam konteks kabinet, Prabowo mengakui terdapat sejumlah kementerian yang saat ini tidak berada di garis depan dalam menjalankan prioritas tersebut.
Namun, ia mengatakan para menteri tetap memahami tanggung jawab masing-masing dan menjalankan berbagai inisiatif.
Reshuffle untuk Menempatkan Orang yang Tepat
Prabowo menyebut reshuffle dapat menjadi momentum untuk melakukan promosi sekaligus menempatkan pejabat sesuai kebutuhan organisasi.
Ia menekankan pentingnya prinsip “the right man in the right place” dalam mengelola pemerintahan.
Menurut Prabowo, pemerintah harus mengganti pejabat yang tidak sesuai dengan kebutuhan maupun mereka yang menghadapi persoalan tertentu.
Ia juga menekankan pentingnya kompetensi dan kecocokan seseorang dengan kementerian atau lembaga yang dipimpinnya.
Ketika ditanya apakah usia dua tahun pemerintahan menjadi momentum yang tepat untuk melakukan reshuffle, Prabowo menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang logis.
“Dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya,” pungkasnya. (*)

