Politik

Golkar Respons Sinyal Poros Politik Baru, Komitmen Dukung Prabowo

VONIS.ID  – Isu munculnya manuver politik menuju Pilpres 2029 tidak membuat Partai Golkar mengubah sikapnya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Golkar justru menegaskan akan terus menjaga kekompakan partai-partai pendukung pemerintah di tengah mulai menghangatnya pembicaraan mengenai peta politik pemilu mendatang.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan partainya tetap berkomitmen mempertahankan soliditas koalisi pemerintahan. Ia memastikan Golkar akan terus memberikan dukungan kepada Prabowo-Gibran.

“Kalau Golkar suara Sekjen (Sekretaris Jenderal) adalah juga komitmen Ketua Umum [Bahlil Lahadalia]. Golkar akan tetap berusaha agar koalisi tetap solid mendukung pemerintah,” ujar Sarmuji, Jumat (11/9) siang.

Sekjen Partai Politik Kompak Dukung Pemerintah

Sarmuji mengatakan komitmen menjaga pemerintahan Prabowo-Gibran juga telah disampaikan oleh para sekretaris jenderal partai politik dalam pertemuan antarsekjen.

Menurut dia, para sekjen telah menyatakan dukungan agar pemerintahan tetap berjalan solid. Namun, Sarmuji tidak mengetahui apakah terdapat perbedaan sikap antara jajaran sekjen dan ketua umum di masing-masing partai.

“Pada waktu pertemuan antar sekjen, para sekjen menyampaikan komitmen solid mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya enggak tahu kalau ada partai yang berbeda antara sekjen dan ketum,” ujarnya.

Pernyataan tersebut setelah Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia membaca adanya perkembangan politik yang mengarah pada persiapan Pilpres 2029.

Doli sebelumnya menduga dua poros kekuatan politik mulai menyusun kekuatan untuk menghadapi pemilihan presiden mendatang. Ia kemudian menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pada Sabtu (5/9).

Doli Soroti Pidato AHY

Doli menilai pidato AHY dapat menjadi sinyal bahwa poros politik Cikeas mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Pilpres mendatang. Ia menyatakan sepakat dengan pernyataan AHY bahwa kekuasaan merupakan amanah yang memiliki batas waktu.

Namun, Doli menangkap nuansa berbeda dari cara AHY menyampaikan pidatonya.

“Namun, dilihat dari nuansa penyampaian, sikap, dan posisinya, AHY seolah-olah memberikan sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah satu calon dalam Pilpres mendatang,” kata Doli saat dihubungi, Senin (7/9).

Demokrat membantah anggapan tersebut. Partai yang dipimpin AHY itu menegaskan tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menyatakan pidato dalam HUT ke-25 Demokrat bukan pembahasan mengenai Pilpres 2029.

Pada puncak perayaan HUT ke-25 Demokrat pada Rabu (9/9), AHY menegaskan posisi partainya di hadapan Prabowo-Gibran.

“Posisi Demokrat jelas, kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil, tidak ada hal lain selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini,” ucap AHY.

(*)

Show More
Back to top button