
VONIS.ID – Program seragam sekolah gratis atau dikenal dengan “Gratispol”, yang dijanjikan Gubernur Kaltim terpilih Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, masih menjadi topik hangat di kalangan pelajar tingkat SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Timur.
Di SMAN 16 Samarinda, para siswa menunggu kepastian pembagian seragam sembari memanfaatkan kebijakan pendidikan gratis yang sudah berjalan.
Kepala SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin, mengungkapkan bahwa sejak kebijakan pendidikan gratis diterapkan di tingkat SMA/SMK dan SLB, seluruh siswa di sekolahnya tidak lagi dibebani biaya apa pun.
“Program Gratispol ini sudah berjalan lama. Di sekolah saya, anak-anak sama sekali tidak ada bayar. Semua sudah gratis,” ujar Abdul Rozak, Kamis (27/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa SMAN 16 Samarinda memiliki 860 siswa dari kelas X hingga XII. Seluruhnya telah terdata sebagai penerima program seragam gratis. Data ukuran seragam, mulai dari kemeja, celana, hingga sepatu, sudah dikirimkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.
“Ukuran lengkap per siswa sudah kami data dan kirimkan. Saat ini kami masih menunggu distribusinya,” katanya.
Distribusi Belum Tiba, Sekolah Sebut Ukuran Beragam Jadi Tantangan
Menurut Rozak, perbedaan ukuran siswa yang sangat beragam diduga menjadi salah satu alasan distribusi seragam belum dilakukan.
“Anak-anak ini ada yang ukuran S, ada L, M, atau XL. Tapi secara detail kenapa belum sampai, kami tidak tahu persis. Posisi kami ini hanya penerima bantuan,” jelasnya.
Ia mengatakan pihak sekolah telah mengisi data melalui link resmi yang dibagikan Disdikbud. Meski seragam belum tiba, ia memastikan tidak ada pungutan liar atau biaya tambahan apa pun terkait program ini.
“Tidak ada pungutan sama sekali. Namanya juga gratis, berarti tidak ada pungutan liar. Nol rupiah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut informasi sementara yang diterima sekolah terkait paket seragam meliputi seragam putih–abu, celana atau rok, topi, dasi, sepatu, dan tas.
“Yang saya tahu, siswa akan mendapatkan kemeja putih, celana abu-abu, topi, dasi, sepatu, dan tas. Itu informasi yang kami terima,” ungkapnya.
Ke depan, ia berharap paket seragam dapat lebih lengkap dengan tambahan seragam batik, pramuka, hingga almamater sekolah.
Disdikbud Kaltim: Distribusi Dimulai Akhir November hingga Desember
Sementara itu, Disdikbud Kaltim memastikan program seragam gratis untuk lebih dari 63 ribu siswa di seluruh Kaltim akan mulai disalurkan pada akhir November hingga Desember 2025.
Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan seluruh paket seragam kini memasuki tahap akhir penyelesaian di gudang pengadaan sebelum dihimpun di Balikpapan untuk proses sortir dan pengecekan kualitas.
“InsyaAllah mulai akhir bulan ini sampai Desember sudah bisa kami distribusikan bertahap. Prosesnya memang masih berjalan,” ujar Rahmat.
Ia menegaskan bahwa tahapan panjang ini penting agar distribusi tidak salah sasaran, terutama terkait ukuran pakaian dan kebutuhan siswa.
“Pendataan ukuran itu dilakukan sejak awal. Mulai dari baju, celana, sepatu, sampai jumlah siswa yang memakai jilbab. Tidak bisa terburu-buru,” jelasnya.
Distribusi Berlapis dan Stok Cadangan untuk Antisipasi
Rahmat mengatakan proses pendistribusian dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan di gudang maupun potensi kesalahan pengiriman.
Setiap paket yang dikirimkan ke sekolah telah dipastikan sesuai kontrak, dan sekolah hanya bertugas mencocokkan kembali data penerima.
Ia juga mengakui adanya dinamika di lapangan seperti mutasi atau perpindahan siswa. Karena itu, pemerintah provinsi menyiapkan stok cadangan agar tidak ada siswa yang terlewat.
Untuk siswi berhijab, verifikasi data dilakukan ketat agar paket seragam sesuai dengan kebutuhan.
“Kalau tidak pakai jilbab, tentu tidak diberikan,” tegas Rahmat.
Manfaat Besar Dan Kurangi Beban bagi Orang Tua
Kepala sekolah Abdul Rozak menyampaikan bahwa program ini sangat membantu keluarga siswa, terutama menjelang tahun ajaran baru ketika kebutuhan perlengkapan sekolah biasanya meningkat.
“Kalau anak-anak dapat seragam gratis, tentu dari sisi keuangan orang tua jadi lebih ringan. Dananya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” ujarnya.
Sementara Sekertaris Disdikbut Rahmat menuturkan bahwa kendati anggaran provinsi sedang diperketat, program seragam gratis tetap menjadi prioritas karena membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Kami berharap penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran. Seragam ini bagian penting dalam menunjang kesiapan siswa untuk belajar,” ujarnya.
(*)
