Nusantara
Trending

Beasiswa GratisPol Dipastikan Berlanjut, Pemprov Kaltim Akui Pencairan Masih Bertahap

VONIS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program beasiswa GratisPol di tengah keluhan sejumlah mahasiswa terkait keterlambatan pencairan dana.

Pemprov memastikan program unggulan di bidang pendidikan tersebut tidak berhenti dan masih berjalan sesuai mekanisme serta tahapan administrasi yang telah berlaku.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, membantah kabar yang menyebutkan beasiswa GratisPol mengalami kemacetan atau penghentian.

Ia menegaskan bahwa proses pencairan dilakukan secara bertahap dan bergantung pada kelengkapan dokumen dari mahasiswa penerima serta institusi pendidikan terkait.

“Beasiswa itu ada prosesnya. Jika penerima sudah memenuhi seluruh persyaratan administrasi, tentu akan kami cairkan. Jadi ini bukan dihentikan, tetapi memang masih berjalan sesuai tahapan,” ujar Seno Aji, Senin (5/1/2026).

Pencairan Terkendala Proses Verifikasi

Seno Aji menjelaskan bahwa sebagian mahasiswa, terutama yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) serta mahasiswa asal Kaltim yang berkuliah di luar daerah, memang belum menerima pencairan dana secara penuh.

Kondisi ini terjadi karena proses verifikasi dan sinkronisasi data masih berlangsung.

Menurutnya, Pemprov Kaltim harus memastikan keakuratan data penerima agar penyaluran beasiswa tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses tersebut mencakup pemeriksaan status mahasiswa, kelengkapan administrasi, hingga validasi data dari pihak kampus.

“Kami tidak bisa mencairkan begitu saja tanpa verifikasi. Semua harus sesuai prosedur agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Menanggapi keluhan sejumlah perguruan tinggi swasta yang menyebut dana beasiswa belum masuk ke rekening mahasiswa, Seno Aji mengatakan bahwa sebagian kampus masih melengkapi dokumen persyaratan pencairan.

Pemprov Kaltim, kata dia, terus berkoordinasi dengan pihak perguruan tinggi agar proses administrasi dapat segera selesai.

“Beberapa PTS memang masih dalam tahap pengumpulan dan validasi berkas. Untuk perguruan tinggi di wilayah Kalimantan Timur sendiri, sebagian besar sudah berjalan,” katanya.

Seno Aji juga menegaskan bahwa Pemprov Kaltim menargetkan seluruh proses penyaluran beasiswa GratisPol dapat diselesaikan secara tuntas pada tahun 2026.

Namun, ia mengakui belum dapat memastikan jadwal pencairan secara rinci karena proses administrasi masih terus berlangsung.

“Yang jelas, program GratisPol ini tetap jalan dan akan kami selesaikan pada 2026. Tidak ada penghentian program,” tegasnya.

Capaian Beasiswa GratisPol Hingga 2025

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, memaparkan capaian program beasiswa GratisPol hingga akhir 2025. Ia menyebut program ini telah menjangkau puluhan ribu mahasiswa di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dengan total anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.

“GratisPol menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang lebih merata bagi anak-anak Kaltim,” ujar Dasmiah.

Untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di dalam daerah, Pemprov Kaltim menetapkan sebanyak 10.116 mahasiswa sebagai penerima beasiswa dengan total anggaran Rp46,4 miliar. Kota Samarinda mencatat jumlah penerima terbanyak, yakni 3.710 mahasiswa, disusul Kutai Kartanegara sebanyak 1.846 mahasiswa dan Balikpapan 1.745 mahasiswa.

“Distribusi penerima memang didominasi daerah dengan jumlah mahasiswa besar, terutama Samarinda sebagai pusat pendidikan tinggi di Kaltim,” jelasnya.

Mahasiswa Luar Daerah dan Luar Negeri

Selain PTN, Pemprov Kaltim juga menyalurkan beasiswa GratisPol kepada mahasiswa PTS di dalam daerah. Tercatat 6.710 mahasiswa PTS menerima beasiswa dengan total anggaran Rp35,1 miliar. Samarinda kembali mendominasi jumlah penerima, kemudian Balikpapan dan Kutai Kartanegara.

Pemprov Kaltim juga memberikan perhatian kepada mahasiswa asal Kaltim yang berkuliah di luar provinsi. Untuk kategori PTN luar daerah, sebanyak 1.317 mahasiswa menerima beasiswa dengan total anggaran Rp10,5 miliar. Sementara itu, mahasiswa Kaltim di PTS luar daerah tercatat sebanyak 395 orang dengan total anggaran sekitar Rp3,4 miliar.

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim menyiapkan skema beasiswa GratisPol bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Sebanyak 58 mahasiswa targetnya menerima beasiswa internasional dengan total anggaran Rp2,2 miliar, meski hingga kini daftar penerima masih dalam tahap finalisasi.

Dasmiah berharap seluruh penerima beasiswa GratisPol, baik yang menempuh pendidikan di dalam daerah, luar daerah, maupun luar negeri, dapat kembali ke Kalimantan Timur setelah lulus dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Kami berharap mereka bisa kembali dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Pemprov Kaltim pun mengimbau mahasiswa dan masyarakat untuk tetap bersabar serta mengikuti informasi resmi terkait pencairan beasiswa GratisPol, sembari memastikan seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi sesuai ketentuan. (redaksi)

Show More
Back to top button