
VONIS.ID – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menghadiri sekaligus membuka Aruh Ganal Budaya Banjar (AGBB) ke-3 yang digelar DPC Laung Kuning Samarinda di Rumah Adat Bakuda, Jalan Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pelestarian budaya Banjar sekaligus peringatan HUT Laung Kuning ke-3.
Acara tersebut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, TNI/Polri, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat Banjar dari berbagai wilayah Kalimantan.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa Samarinda tumbuh di atas keberagaman suku, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan sosial masyarakat.
“Pemkot Samarinda merupakan kota yang dibangun di atas keragaman. Di Samarinda hidup berdampingan berbagai suku, budaya, bahasa, dan tradisi yang menjadi kekuatan besar dalam pembangunan harmoni sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat Banjar yang telah lama berkontribusi dalam perkembangan kota, terutama di sektor perdagangan, pendidikan, dan kehidupan sosial budaya.
Budaya Banjar Jadi Sarana Edukasi Generasi Muda
Saefuddin menilai AGBB tidak hanya menampilkan kesenian, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.
Ia mendorong kegiatan seperti ini menjadi media pembelajaran bagi generasi muda agar tetap mengenal akar budaya di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.
“Oleh karena itu, kegiatan seperti ini menjadi sangat penting sebagai media pembelajaran budaya agar anak-anak muda bangga terhadap warisan leluhur dan tidak kehilangan jati diri,” tegasnya.
Berbagai kesenian Banjar turut memeriahkan kegiatan, seperti Hadrah, Tepung Tawar, Tari Japin, Kuda Gepang, Usung Pengantin, Madihin, Bersyair Banjar, hingga Tutur Dalang.
Panitia juga menghadirkan kuliner khas Banjar yang memperkaya pengalaman budaya bagi pengunjung.
Dorongan Jadi Agenda Budaya Berkelanjutan
Saefuddin berharap AGBB dapat terus berkembang menjadi agenda budaya berkelanjutan yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian wisata budaya di tingkat regional hingga nasional.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Perbedaan suku dan budaya jangan menjadi pemisah, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkaya kehidupan bermasyarakat di Samarinda yang kita cintai,” pungkasnya. (*)

