
VONIS.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghentikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kemhan mengganti program tersebut menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial setelah melakukan evaluasi menyeluruh menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.
“Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan latsarmil lagi,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Selasa (30/6).
Menurut Rico, perubahan pendekatan dilakukan agar pelatihan lebih sesuai dengan tugas para peserta sebagai calon pengelola koperasi.
Materi yang sebelumnya berorientasi pada aspek kemiliteran kini lebih difokuskan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial.
Kurangi Materi Kemiliteran
Kemhan mengurangi berbagai kegiatan yang bersifat teknis dan taktis militer dalam pelatihan.
Salah satu materi yang dihapus ialah latihan menembak.
“Kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” ujar Rico.
Sebagai gantinya, pelatihan akan menitikberatkan pada pembentukan disiplin, karakter, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, dan kesiapan peserta dalam mengelola koperasi.
“Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi,” katanya.
Kemhan juga memastikan aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program yang telah disesuaikan tersebut.
Penyelenggara akan mengawasi kondisi peserta secara lebih ketat agar proses pendidikan berlangsung aman dan tertib. (*)
