
VONIS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kalimantan mendorong Jepang mengerahkan kekuatan militernya untuk membantu Indonesia.
Pemerintah Jepang menyiapkan tiga helikopter angkut CH-47 dan sekitar 600 personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengumumkan pengerahan tersebut pada pekan ini.
Ia mengatakan Jepang mengambil langkah itu sebagai bagian dari operasi bantuan darurat internasional setelah pemerintah Indonesia meminta dukungan untuk menghadapi kebakaran hutan.
Tiga helikopter CH-47 akan menjalankan misi pemadaman kebakaran.
Kemampuan helikopter angkut tersebut memungkinkan pasukan membawa personel dan peralatan ke lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Libatkan Sekitar 600 Personel
Kementerian Pertahanan Jepang juga menyiapkan sekitar 600 personel Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut.
Jepang akan mengangkut ketiga helikopter beserta ratusan personel menggunakan kapal Kunisaki milik Pasukan Bela Diri Laut Jepang.
Kapal tersebut akan membawa unsur pasukan dan perlengkapan menuju Indonesia untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla.
Pengerahan ini menjadi langkah penting bagi SDF karena Jepang untuk pertama kalinya menjalankan operasi bantuan semacam itu di luar negeri.
Pemerintah Jepang menilai bantuan tersebut diperlukan untuk membantu Indonesia mengendalikan kebakaran dan mencegah dampaknya meluas.
Koizumi Perintahkan Komando Operasi Gabungan
Koizumi menyampaikan komitmen Jepang untuk membantu Indonesia dalam pernyataan kepada wartawan di Tokyo pada Jumat, 28 Agustus 2026.
“Kami akan melakukan segala upaya yang mungkin untuk membantu mencegah meluasnya dampak kerusakan,” kata Koizumi.
Pada hari yang sama, Koizumi memerintahkan Komandan Komando Operasi Gabungan SDF untuk melaksanakan misi bantuan tersebut.
Pemerintah Jepang sebelumnya membahas berbagai bentuk dukungan setelah menerima permintaan resmi dari pemerintah Indonesia.
Pengerahan SDF Jepang ke Indonesia berlangsung hanya beberapa hari setelah Menteri Pertahanan Jepang, Australia, dan Indonesia menggelar pertemuan trilateral pertama pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari meningkatnya kerja sama ketiga negara.
Bantuan Jepang untuk menangani karhutla di Kalimantan sekaligus menunjukkan bentuk kerja sama kemanusiaan dan tanggap bencana antara Jepang dan Indonesia.
Dengan mengerahkan helikopter, personel, kapal angkut, serta berbagai perlengkapan pendukung, Jepang berharap dapat membantu Indonesia mempercepat penanganan kebakaran dan membatasi dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat maupun lingkungan. (*)
