
VONIS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan Program Parkir Berlangganan sebelum menerapkannya secara luas.
Pada Selasa (7/7/2026), Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memaparkan program tersebut di hadapan Wali Kota Andi Harun.
Terkait hal itu, Andi Harun menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kemudahan yang dirasakan masyarakat saat melakukan pembayaran.
Andi Harun meminta Dishub menggandeng perbankan untuk menyediakan berbagai pilihan pembayaran, seperti QRIS dan transfer bank.
Menurutnya, masyarakat juga perlu memperoleh pilihan skema pembayaran yang fleksibel, baik bulanan, enam bulanan, maupun tahunan.
“Kalau masyarakat sudah memiliki keinginan untuk membayar, jangan sampai justru dipersulit oleh sistem. Berikan kemudahan agar partisipasi masyarakat semakin tinggi,” tegas Andi Harun.
Ia menilai sistem pembayaran yang sederhana dan mudah diakses akan meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah dari sektor parkir.
Selain itu, Andi Harun mengarahkan agar Program Parkir Berlangganan lebih dulu diuji coba di lingkungan Pemkot Samarinda.
Ia meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi contoh dalam penerapan program tersebut sebelum diberlakukan kepada masyarakat.
Pemkot juga akan menyiapkan skema pembayaran bertahap bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang memiliki keterbatasan kemampuan finansial agar seluruh pegawai dapat mengikuti program tanpa merasa terbebani.
Perhatikan Kesejahteraan Juru Parkir
Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan juru parkir binaan.
Menurutnya, keberhasilan program harus memberikan manfaat langsung kepada para petugas yang selama ini bertugas di lapangan.
“Kalau target pendapatan tercapai, kesejahteraan juru parkir juga harus meningkat. Mereka perlu mengetahui bahwa keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada peningkatan penghasilan mereka,” ucapnya.
Ia juga meminta Dishub menyederhanakan desain kartu parkir, stiker kendaraan, dan identitas digital peserta agar proses verifikasi berlangsung cepat dan mudah.
Di sisi lain, Dishub diminta menyusun timeline pelaksanaan secara rinci, mulai dari tahap sosialisasi, pendaftaran peserta, hingga operasional penuh.
Sementara itu, Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu memastikan seluruh persiapan terus berjalan.
Pihaknya menyempurnakan sistem pembayaran digital, meningkatkan pembinaan juru parkir, membentuk tim pengawasan, serta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait.
Melalui berbagai penyempurnaan tersebut, Pemkot Samarinda optimistis Program Parkir Berlangganan mampu menghadirkan tata kelola parkir yang lebih tertib, transparan, dan modern.
Program ini juga diharapkan mempermudah layanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi sektor parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). (*)

