
VONIS.ID – Samarinda membawa nama Indonesia di panggung internasional setelah meraih WHO Healthy Cities Recognition Awards 2026 dari WHO Western Pacific Region.
Samarinda menerima tersebut dalam kategori “Preventing Violence and Promoting Gender Equality: Transforming Urban Systems, Norms, and Spaces.”
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi WHO terhadap komitmen dan kerja nyata Samarinda dalam membangun kota yang sehat, aman, nyaman, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Agenda penghargaan dan presentasi berlangsung pada 1–3 September 2026 di Sydney, Australia.
Ketua Forum Kota Sehat Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, hadir bersama tim dan mewakili Wali Kota Samarinda untuk menerima penghargaan tersebut.
Samarinda bersama Kota Madiun menjadi dua pemerintah daerah di Indonesia yang berhasil memperoleh pengakuan dalam kategori tersebut.
Penghargaan Jadi Dorongan Perkuat Kota Inklusif
Rinda menyampaikan bahwa penghargaan dari WHO tidak hanya menjadi apresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan Samarinda.
Menurutnya, pengakuan tersebut juga mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembangunan kota yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus dorongan agar upaya membangun kota yang sehat, aman, nyaman dan inklusif terus diperkuat untuk kepentingan masyarakat,” ucap Rinda.
Ia menegaskan, Samarinda tidak boleh berhenti pada seremoni penerimaan penghargaan.
Pemerintah harus menerjemahkan pengakuan internasional tersebut ke dalam kebijakan dan pelayanan publik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ruang Publik Harus Aman untuk Semua
Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah memastikan ruang publik tidak hanya tersedia, tetapi juga aman dan nyaman bagi seluruh kelompok masyarakat.
Samarinda perlu memperkuat berbagai aspek yang mendukung keamanan dan kesetaraan di ruang kota.
Penerangan jalan, akses transportasi, desain fasilitas umum, mekanisme pengaduan, hingga respons terhadap kekerasan harus berjalan secara terintegrasi.
Pendekatan tersebut penting untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang memberikan rasa aman bagi perempuan, anak-anak, lansia, serta kelompok masyarakat lainnya.
Penghargaan WHO menjadi momentum bagi Samarinda untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.
Pengakuan internasional ini sekaligus menghadirkan tantangan baru.
Samarinda harus memastikan penghargaan tersebut menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (*)
