Internasional

Xi Jinping Minta BRICS Ambil Peran Redam Konflik Timur Tengah

VONIS.ID — Presiden China Xi Jinping meminta negara-negara anggota BRICS memperkuat peran diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Xi menilai BRICS memiliki posisi strategis untuk mendorong perdamaian karena anggotanya mewakili lebih dari 40 persen populasi dunia.

Mengutip Reuters, Minggu (13/9), Xi menyampaikan seruan tersebut saat menghadiri KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9).

Ia berharap seluruh anggota BRICS bersatu mendorong penyelesaian konflik dan menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Xi menegaskan China siap bekerja sama dengan anggota BRICS lainnya untuk menjalankan peran tersebut.

Menurut dia, perang tidak memberikan manfaat bagi kepentingan bersama komunitas internasional.

Pernyataan Xi tersebut juga disampaikan media pemerintah China, CCTV.

BRICS awalnya terdiri atas Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Kelompok ini kemudian memperluas keanggotaannya dengan memasukkan Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, dan Uni Emirat Arab.

Kelompok tersebut berdiri pada 2009 untuk memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam tatanan global yang selama ini banyak dipengaruhi Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Saat ini, negara-negara BRICS mewakili lebih dari 40 persen populasi dunia dan hampir seperempat perekonomian global.

Xi Sebut BRICS Representasi Global Selatan

Xi menyebut BRICS sebagai kelompok terkemuka di Global Selatan.

Ia menilai kelompok tersebut dapat menjadi contoh bagi negara-negara berkembang dalam membangun kemandirian dan memperkuat inovasi.

Menurut Xi, negara-negara anggota harus mendorong pembangunan berbasis inovasi serta memperkuat kerja sama di berbagai bidang.

China juga akan mengambil alih kepemimpinan BRICS pada tahun depan. Negeri Tirai Bambu itu akan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19.

Di sela-sela KTT, Xi bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi.

Dalam pertemuan tersebut, Xi mengatakan China memandang hubungan dengan India dari perspektif strategis jangka panjang.

Menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua, Xi menilai kedua negara dapat saling belajar dari kekuatan masing-masing dan mencapai pembangunan bersama.

Kunjungan Xi ke New Delhi menjadi kunjungan pertamanya ke India dalam tujuh tahun.

Pertemuan tersebut membuka peluang bagi kedua negara untuk memperbaiki hubungan diplomatik dan ekonomi.

Namun, para analis masih melihat sedikit tanda yang menunjukkan hubungan bisnis China-India akan segera membaik.

Hubungan kedua negara telah lama berjalan hati-hati. China dan India pernah terlibat perang singkat pada 1962.

Ketegangan kembali meningkat setelah bentrokan perbatasan pada 2020 yang menewaskan 20 tentara India dan empat tentara China.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara mulai membaik, terutama setelah Modi mengunjungi China tahun lalu.

Kedua negara juga menghadapi dinamika hubungan yang semakin kompleks dengan Amerika Serikat. (*)

Show More
Back to top button