
VONIS.ID – Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba menggerebek kawasan yang dikenal sebagai kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda.
Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 11 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
Penggerebekan dilakukan oleh tim gabungan Direktorat IV Dittipidnarkoba dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Operasi itu dipimpin oleh Kombes Handik Zusen bersama Kombes Kevin Leleury.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan jaringan narkoba yang telah lama beroperasi di kawasan itu.
“Ada sebelas tersangka yang kami amankan,” kata Eko Hadi, Sabtu (16/5/2026).
Petugas juga menyita sejumlah barang bukti narkotika dari lokasi penggerebekan.
Namun, polisi masih mendalami jenis dan jumlah barang bukti yang diamankan dari para tersangka.
Menurut Eko, kawasan Gang Langgar selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba di Samarinda.
Aparat telah lama memantau aktivitas jaringan tersebut sebelum akhirnya melakukan operasi penangkapan.
Polisi Dalami Jaringan Peredaran
Eko mengungkapkan sindikat narkoba itu diduga sudah menjalankan bisnis haramnya selama sekitar empat tahun.
Selama periode tersebut, para pelaku diduga mengendalikan distribusi narkotika di kawasan Samarinda dan sekitarnya.
“Sudah beroperasi selama empat tahun,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, aparat bergerak cepat menutup akses keluar masuk kawasan untuk mencegah para pelaku melarikan diri.
Sejumlah personel bersenjata turut diterjunkan guna mengantisipasi perlawanan dari jaringan pengedar.
Warga sekitar sempat menyaksikan proses penggerebekan yang berlangsung dalam pengamanan ketat.
Polisi kemudian membawa para tersangka keluar dari lokasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, seluruh tersangka sedang dalam perjalanan menuju Mabes Polri di Jakarta.
Penyidik Bareskrim akan melakukan pemeriksaan intensif guna mengungkap peran masing-masing pelaku serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung dengan sindikat tersebut.
Bareskrim Polri menegaskan akan terus memburu jaringan narkoba di berbagai daerah, termasuk kawasan yang selama ini dikenal sebagai basis peredaran narkotika.
Polisi juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. (*)
