
VONIS.ID – Harapan menjadikan insinerator Baqa sebagai solusi pengurangan sampah di Samarinda masih menghadapi sejumlah tantangan.
Fasilitas pengolah sampah yang baru diresmikan itu mendapat evaluasi dari Komisi III DPRD Samarinda karena dinilai belum mampu bekerja secara maksimal sesuai target pengolahan harian.
Komisi III menyampaikan sejumlah catatan dalam rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Rabu (8/7/2026).
Dewan menilai kendala teknis dalam pengoperasian mesin dapat mengurangi waktu kerja efektif dan berdampak pada kapasitas pengolahan sampah.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan performa insinerator saat ini belum sesuai harapan.
Padahal, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengolah sekitar delapan hingga sepuluh ton sampah setiap hari.
“Dari hasil pemaparan DLH, kami melihat operasional insinerator masih belum efektif. Ada beberapa kendala yang harus segera dibenahi agar target pengurangan sampah bisa tercapai,” ujar Deni, Rabu (8/7),
Ia menjelaskan, salah satu hambatan utama berasal dari proses awal pengoperasian mesin.
Operator harus melakukan pemanasan menggunakan kayu bakar selama kurang lebih satu jam hingga suhu ruang pembakaran mencapai 900 sampai 1.000 derajat Celsius.
“Waktu persiapan itu cukup panjang. Ketika sebagian waktu operasional tersita untuk menaikkan suhu mesin, kapasitas pengolahan sampah otomatis ikut berkurang,” ucapnya.
Deni menambahkan, kondisi tersebut semakin diperparah dengan belum tersedianya alat pemilah sampah.
Ia membeberkan, kapasitas pemilahan saat ini masih sangat lambat karena dilakukan secara manual.
Ia menyebut untuk memilah sampah sebanyak satu truk dengan kapasitas sekitar tiga hingga empat ton saja memerlukan waktu hingga lima hari.
Menurutnya, proses pemilahan menjadi bagian penting agar sampah yang masuk ke insinerator sesuai dengan kebutuhan mesin dan pembakaran dapat berlangsung lebih optimal.
“Kami akan mendorong agar kebutuhan alat pemilah sampah ini masuk dalam pembahasan anggaran bersama TAPD. Fasilitas pendukung harus tersedia supaya insinerator dapat bekerja sesuai target,” pungkasnya. (Adv)
