
VONIS.ID – Delapan Jembatan Beton Garuda bantuan Presiden Republik Indonesia resmi beroperasi setelah diresmikan di kawasan Desa Budaya Pampang, Kota Samarinda, Selasa (26/5/2026).
Peresmian dipusatkan di Desa Budaya Pampang yang menjadi simbol pembukaan akses infrastruktur di sejumlah wilayah strategis kota.
Kegiatan peresmian tersebut dihadiri Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Jembatan Jadi Simbol Pemerataan Pembangunan
Delapan jembatan beton tersebut tersebar di beberapa kelurahan, yakni Budaya Pampang, Lempake, Sempaja Utara, Bukuan, Bantuas, Rawa Makmur, Lok Bahu, hingga Sungai Kapih.
Seluruh jembatan dicat merah putih sebagai simbol persatuan dan semangat kebangsaan.
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari percepatan pemerataan pembangunan nasional yang melibatkan peran TNI di lapangan.
“Jembatan beton yang kita resmikan hari ini merupakan bantuan langsung Presiden Republik Indonesia. Ini wujud nyata akselerasi pembangunan nasional yang didelegasikan secara khusus kepada TNI,” ujarnya dalam sambutan.
Anggara menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran Korem 091/ASN memastikan seluruh pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Ia menilai infrastruktur jembatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Kami memastikan setiap pembangunan yang dilaksanakan memenuhi standar teknis yang ditetapkan. Ini penting agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa keberadaan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung wilayah, tetapi juga membuka akses ekonomi masyarakat serta mempercepat distribusi hasil usaha warga.
“Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga membuka akses ekonomi masyarakat dan mempercepat distribusi hasil usaha warga,” tegasnya.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Menurut Danrem, keberadaan jembatan baru di kawasan Desa Budaya Pampang akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Samarinda yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Terkhusus di Kelurahan Budaya Pampang yang kaya kearifan lokal, jembatan ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi wisatawan sehingga mampu mendongkrak ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.
Saefuddin Zuhri turut menyampaikan apresiasi atas bantuan Presiden RI melalui TNI dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Ia menilai pembangunan ini sangat membantu masyarakat, terutama di wilayah pinggiran kota.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan Presiden Republik Indonesia melalui TNI dalam pembangunan jembatan ini. Infrastruktur seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena langsung menyentuh kebutuhan dasar warga,” kata Saefuddin.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan akan mempercepat konektivitas antarwilayah serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
“Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana akses masyarakat menjadi lebih mudah, aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat, dan pelayanan publik semakin terbuka,” ucapnya.
Gotong Royong Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut bergotong royong bersama prajurit Kodim 0901/Samarinda selama proses pembangunan berlangsung.
Ia menilai kerja sama tersebut mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Saya bangga atas dedikasi seluruh warga yang bergotong royong bersama prajurit dalam pembangunan jembatan ini. Di sini kita melihat kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkasnya. (*)

