NasionalPolitik

Rupiah Melemah, PDIP Ingatkan Dampaknya Sampai ke Pedesaan

VONIS.ID – Komarudin Watubun mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam kehidupan sehari-hari sehingga pelemahan rupiah dinilai tidak terlalu berdampak langsung.

Ketua DPP PDIP ini menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah tetap memengaruhi kehidupan masyarakat hingga ke pedesaan.

Menurut dia, dampak paling nyata akan terlihat pada kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat.

“Karena dengan nilai rupiah anjlok seperti ini, kan berpengaruh pada harga barang akan naik,” kata Komarudin, Senin (18/5).

Ia menjelaskan kenaikan kurs dolar terhadap rupiah akan memicu lonjakan harga sejumlah komoditas yang bergantung pada impor.

Barang-barang seperti bahan bakar minyak (BBM), minyak goreng, gandum, elektronik, hingga kebutuhan konsumsi di sektor jasa di perkirakan ikut terdampak.

Menurut Komarudin, masyarakat desa saat ini tidak bisa lagi dipandang sama seperti beberapa dekade lalu.

Aktivitas ekonomi warga desa, kata dia, sudah terhubung dengan pasar nasional bahkan internasional.

Pelemahan Rupiah Berdampak Luas

Anggota Komisi II DPR ini menilai pelemahan rupiah merupakan persoalan mendasar yang mudah di pahami masyarakat.

Ia mengatakan kenaikan harga BBM akibat tekanan kurs akan memicu kenaikan biaya distribusi barang dan akhirnya memengaruhi harga kebutuhan pokok.

“Kalau harga BBM naik, semua harga barang pasti akan naik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keterlibatan masyarakat desa dalam aktivitas ekspor dan impor.

Menurut dia, banyak pelaku usaha kecil di daerah kini bergantung pada bahan baku maupun distribusi barang yang terhubung dengan pasar global.

Karena itu, Komarudin menyebut pernyataan Presiden Prabowo kurang tepat jika melihat kondisi masyarakat saat ini.

“Rakyat sekarang dan dulu kan beda. Kalau dulu tidak ada informasi di luar informasi pemerintah. Sekarang peristiwa di Eropa saja orang kampung bisa langsung tahu,” katanya.

Prabowo Sebut Kondisi Ekonomi Masih Aman

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pelemahan rupiah tidak terlalu berdampak langsung terhadap masyarakat desa yang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Mulanya, Prabowo menanggapi pihak-pihak yang menilai kondisi ekonomi Indonesia berada dalam situasi berbahaya akibat pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman,” pungkasnya.

Prabowo juga menegaskan kondisi Indonesia masih relatif stabil dibanding sejumlah negara lain yang sedang menghadapi tekanan ekonomi global. (*)

Show More
Back to top button